Tatyana Tatyana
ITB Swadharma

Published : 2 Documents Claim Missing Document
Claim Missing Document
Check
Articles

Found 2 Documents
Search

KAJIAN LITERATUR : PERAN BIAYA AUDIT DAN AUDIT TENURE TERHADAP KUALITAS AUDIT PADA SEKTOR PERBANKAN Dwi Cahyaning Asih; Tatyana Tatyana; Evi Okli Lailani; I Gusti Ayu Diah Dhyanasaridewi
REMITTANCE: JURNAL AKUNTANSI KEUANGAN DAN PERBANKAN Vol 7, No 1 (2026): REMITTANCE JUNI 2026
Publisher : Institut Teknologi dan Bisnis Swadharma

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.56486/remittance.vol7no1.952

Abstract

This study aims to evaluate and combine the results of several previous studies on how audit fees and audit tenure impact audit quality, with a particular emphasis on the banking sector in Indonesia. This study used a Systematic Literature Review (SLR) to examine 9 scholarly articles published between 2020 and 2024 on the topic. The results indicate that audit fees are generally beneficial and significant for audit quality, as higher fees allow auditors to allocate resources more effectively throughout the audit process. Meanwhile, the effect of audit tenure on audit quality can vary across studies, depending on their contexts and circumstances. Some studies find that audit tenure can enhance auditor independence through a long-term relationship with the client, while others show a negative impact. Overall, audit fees are considered a more consistent factor in influencing audit quality compared to audit tenure. These findings are expected to assist auditors, companies, and regulators in developing policies that support improved audit quality in the banking sector.Penelitian ini bertujuan untuk mengevaluasi dan menggabungkan hasil dari beberapa penelitian sebelumnya tentang bagaimana biaya audit dan audit tenure berdampak pada kualitas audit, dengan penekanan khusus pada sektor perbankan di Indonesia. Penelitian ini menggunakan Systematic Literature Review (SLR) untuk melihat sembilan artikel ilmiah yang diterbitkan dari tahun 2020 hingga 2024 dan terkait dengan topik yang dibahas. Hasil penelitian menunjukkan bahwa biaya audit secara umum menguntungkan dan signifikan terhadap kualitas audit, karena biaya audit yang lebih tinggi memungkinkan auditor untuk mengalokasikan sumber daya dengan lebih baik selama proses audit. Sementara itu, pengaruh audit tenure terhadap kualitas audit dapat beragam, tergantung pada konteks dan situasi setiap penelitian. Beberapa penelitian menemukan bahwa periode kerja sama audit dapat meningkatkan independensi auditor karena hubungan jangka panjang mereka dengan klien, sedangkan yang lain menunjukkan dampak yang negatif. Secara keseluruhan, biaya audit dianggap sebagai faktor yang lebih konsisten dalam mempengaruhi kualitas audit dibandingkan dengan periode kerja sama audit. Penemuan ini diharapkan dapat membantu auditor, perusahaan, dan regulator dalam membuat kebijakan yang mendukung peningkatan kualitas audit di sektor perbankan.
PENGARUH PROFITABILITAS, PERTUMBUHAN ASET, DAN LIKUIDITAS TERHADAP STRUKTUR MODAL (STUDI PADA PERUSAHAAN SUB SEKTOR PERHOTELAN YANG TERDAFTAR DI BEI PERIODE 2020-2023) Novia Mulaningsih; Tatyana Tatyana; Slamet Soesanto; Indri Damayanti
REMITTANCE: JURNAL AKUNTANSI KEUANGAN DAN PERBANKAN Vol 6, No 2 (2025): REMITTANCE DESEMBER 2025
Publisher : Institut Teknologi dan Bisnis Swadharma

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.56486/remittance.vol6no2.775

Abstract

This study aims to analyze the effect of profitability, asset growth, and liquidity on capital structure in hospitality sub-sector companies listed on the Indonesia Stock Exchange (IDX) for the 2020-2023 period. The method used in this study is a quantitative, multiple linear regression approach. The data used is secondary data obtained from the annual financial reports of companies listed on the IDX. The independent variables in this study include profitability, measured by Return on Assets (ROA), asset growth, measured by the percentage increase in total assets, and liquidity, measured by the Current Ratio (CR). Meanwhile, the dependent variable is capital structure as measured by the Debt to Asset Ratio (DAR) and Debt to Equity Ratio (DER). The results show that profitability negatively affects capital structure, suggesting that higher profitability is associated with greater reliance on internal funding. Asset growth has a positive effect on capital structure, suggesting that companies with high asset growth use more debt. Meanwhile, liquidity harms capital structure, suggesting that companies with high liquidity tend to reduce their debt use. These findings provide implications for company management in designing optimal financing strategies and serve as considerations for investors in assessing investment risks in the hospitality sector.Penelitian ini bertujuan untuk menganalisis pengaruh profitabilitas, pertumbuhan aset, dan likuiditas terhadap struktur modal pada perusahaan sub-sektor perhotelan yang terdaftar di Bursa Efek Indonesia (BEI) periode 2020-2023. Metode yang digunakan dalam penelitian ini adalah pendekatan kuantitatif dengan teknik analisis regresi linier berganda. Data yang digunakan merupakan data sekunder yang diperoleh dari laporan keuangan tahunan perusahaan yang terdaftar di BEI. Variabel independen dalam penelitian ini meliputi profitabilitas yang diukur dengan Return on Assets (ROA), pertumbuhan aset yang diukur dengan persentase kenaikan total aset, serta likuiditas yang diukur dengan Current Ratio (CR). Sementara itu, variabel dependen adalah struktur modal yang diukur dengan Debt to Asset Ratio (DAR) dan Debt to Equity Ratio (DER). Hasil penelitian menunjukkan bahwa profitabilitas memiliki pengaruh negatif terhadap struktur modal, yang berarti perusahaan dengan profitabilitas tinggi cenderung menggunakan sumber pendanaan internal. Pertumbuhan aset berpengaruh positif terhadap struktur modal, menunjukkan bahwa perusahaan yang mengalami pertumbuhan aset yang tinggi lebih banyak menggunakan utang sebagai sumber pembiayaan. Sementara itu, likuiditas berpengaruh negatif terhadap struktur modal, yang mengindikasikan bahwa perusahaan dengan likuiditas tinggi cenderung mengurangi penggunaan utang. Temuan ini memberikan implikasi bagi manajemen perusahaan dalam merancang strategi pembiayaan yang optimal serta menjadi pertimbangan bagi investor dalam menilai risiko investasi di sektor perhotelan