Pendahuluan: Dampak media sosial terhadap kehidupan remaja yaitu arus informasi yang sulit dikontrol yang cenderung membentuk perilaku seks pada remaja yang berpacaran. Dari total remaja umur 15-17 tahun di Indonesia tercatat 80% wanita dan 84% laki-laki mengaku pernah berpacaran. Remaja mengaku telah melakukan pegangan tangan, ciuman bibir, dan meraba. KPAI menyatakan meningkatnya fenomena kasus hubungan seksual dikalangan remaja Indonesia akibat perkembangan pesat teknologi melalui media sosial. Penelitian ini bertujuan untuk mengetahui hubungan media sosial tentang pornografi dengan perilaku seks pada remaja SMAN 1 di Purwakarta Babakancikao. Metode: Desain penelitian Deskriptif Analitik dengan pendekatan Cross Sectional dan didapat sampel sebanyak 92 siswa/I dengan teknik probability sampling melalui pendekatan cluster rundom sampling. Variabel Independen adalah intensitas penggunaan media sosial, Variabel Dependen adalah perilaku seksual. Instrumen penelitian menggunakan kuesioner dan data demografi menggunakan Spearman Rho Corelations. Hasil dan Pembahasan: Hasil penelitian menunjukkan bahwa lebih dari setengahnya responden menggunakan media sosial dengan kategori cukup sebanyak 61 (66.3%) responden, sebagian besar responden memiliki perilaku seks beresiko dengan kategori cukup sebanyak 80 (87%) responden. Berdasarkan hasil uji menggunakan Spearman Rho terdapat hubungan media sosial tentang pornografi dengan perilaku seks pada remaja SMAN 1 Purwakarta Babakanciako dengan nilai p-value 0,001 (p<ɑ=0,05). Kesimpulan: penelitian ini yaitu ada hubungan media sosial dengan perilaku seks pada remaja SMA. Saran penelitian ini untuk meminimalisir perilaku seksual melalui meningkatkan peran orang tua dalam memantau, membimbing putra-putrinya agar tidak terjerumus ke hal-hal yang dapat merusak masa depan, penyuluhan tentang kesehatan reproduksi remaja, dan penggunaan media sosial dengan bijak.