Claim Missing Document
Check
Articles

Found 5 Documents
Search

Pemanfaatan Google Apps online untuk Analisis Kuantitatif Kelengkapan Pengisian Dokumen Rekam Medis Rawat Jalan di Puskesmas Yulistia Novitasari; Arief Tarmansyah Iman; setyadi Nugroho
Media Informasi Vol. 18 No. 2 (2022): MEDIA INFORMASI
Publisher : Poltekkes Kemenkes Tasikmalaya

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | Full PDF (1177.229 KB) | DOI: 10.37160/bmi.v18i2.11

Abstract

Latar Belakang: Rekam medis merupakan tertib administrasi yang seringkali masih tidak lengkap dalam pengisiannya, yang mengakibatkan informasi yang dihasilkan tidak sesuai dan akurat, sehingga perlu diadakannya kegiatan analisis. Salah satunya analisis kuantitatif dokumen rekam medis. Dengan seiring berkembangnya teknologi analisis kuantitatif rekam medis dapat dilakukan secara online dengan menggunakan google app. Tujuan: Tujuan dari penelitian ini adalah mengetahui pemanfaatan google apps untuk analisis kuantitatif kelengkapan pengisian dokumen rekam medis rawat jalan di Puskesmas. Metode: Jenis penelitian menggunakan metode research and development. Yaitu metode penelitian yang digunakan untuk menghasilkan produk aplikasi menggunakan google App kemudian menguji keefektifan aplikasi tersebut. Dalam penelitian ini pengembangan difokuskan untuk mengembangkan Google App ntuk analisis kuantitatif kelengkapan pengisian dokumen rekam medis rawat jalan di Puskesmas Hasil: Dibuatnya Google Form sebagai form untuk entry data dalam analisis kuantitatif, menyesuaikan dengan kebutuhan pengguna serta pengelolaan data dan report pada dashboard menggunakan Google Data Studio dengan data berasal dari Google Spreadsheet serta output hasil berupa grafik. Hasil uji menggunakan data dari puskesmas X sebanyak 93 dokumen, dengan hasil kelengkapan persentase tertinggi komponen identifikasi pasien (100%), kelengkapan laporan/catatan yang penting (100%), autentikasi penulis (93,55%), dan catatan yang baik (100%). Hasil perhitungan aplikasi sesuai dengan perhitungan menggunakan rumus manual dan Informasi yang dihasilkan ditampikan dalam bentuk dashboard berisi grafik dan tabel yang informatif dan interaktif. Kesimpulan: Kelayakan penggunaan app dari Google ini dapat disimpulan dikatakan valid setelah dibandingkan dengan perhitungan manual dan dengan keunggulan otomatisasi hasil dan dashboard grafik interaktif yang dihasilkannya.
Hubungan Antara Intensitas Kebisingan Lingkungan Kerja dengan Gangguan Suara Karyawan Perseroan Terbatas Kusumahadi Santosa Di Jaten Karanganyar Devi Fajar Rahmadhani; Setyadi Nugroho
Jurnal Terapi Wicara dan Bahasa Vol. 1 No. 2 (2023): Juni 2023
Publisher : Politeknik Kesehatan Kemenkes Surakarta

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.59686/jtwb.v1i2.51

Abstract

Latar Belakang: Kebisingan merupakan salah satu faktor bahaya fisik yang sering dijumpai di lingkungan kerja. Paparan kebisingan yang terus menerus berdampak pada kesehatan pekerja, sehingga dapat menimbulkan gangguan suara Tujuan: Untuk mengetahui hubungan intensitas kebisingan lingkungan dengan gangguan suara karyawan Perseroan Terbatas Kusumahadi Santosa di Jaten Karanganyar. Metode: Jenis penelitian kuantitatif. Jumlah populasi ada 30 karyawan. Teknik sampling yang digunakan adalah total sampling. Instrument penelitian yang digunakan yaitu alat Sound Level Meter dan kuesioner voice handicap index. Hasil Skripi: Hasil uji analisis menunjukan p = 0.005 (Ha diterima) dengan koefisien korelasi r = 0.504 menunjukan bahwa hubungan antara kedua variabel termasuk kategori sedang kearah korelasi positif. Kesimpulan: Berdasarkan hasil data disimpulkan terdapat hubungan signifikan antara intensitas kebisingan lingkungan kerja dengan gangguan suara pada karyawan PT Kusumahadi Santosa. Kata kunci:intensitas kebisingan, gangguan suara, perseroan
Effectiveness of Semantic Feature Analysis on Naming Ability in Individuals with Aphasia in Surakarta Ghefira Maha Ghaysa; Hafidz Triantoro; Setyadi Nugroho
e-Journal of Linguistics Vol. 20 No. 1 (2026): January
Publisher : The Doctoral Studies Program of Linguistics of Udayana University

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.24843/e-jl.2026.v20.i01.p08

Abstract

The purpose of this research was to see how the Semantic Feature Analysis (SFA) approach improved the naming skills of people with aphasia in Surakarta. Aphasia's major lexico-semantic symptom is anomia, or trouble finding words, which greatly hinders communication and quality of life. This study was designed to improve evidence-based treatment for this group. The research used a quantitative pre-experimental design with a single group pre-test and post-test. The sample consisted of ten people with aphasia, mostly Broca's type (80%), who were chosen by purposive sampling in Surakarta. The intervention, Semantic Feature Analysis, was delivered over 12 sessions. Naming ability was assessed using the TADIR instrument, and results were analyzed using a Paired T-Test. The study found a significant change in naming scores before and after the SFA intervention, with a p-value of 0.000 (≤ 0.05). This resulted in the rejection of the null hypothesis (H0), indicating that the SFA intervention is beneficial.
Persepsi Terapis Wicara Terhadap Penggunaan Metode Auditory Verbal Therapy (AVT) Pada Anak Gangguan Pendengaran di Jawa Tengah Hafidz Imam Mustaqim; Setyadi Nugroho; Kiyat Sudrajad
Jurnal Ners Vol. 10 No. 2 (2026): APRIL 2026
Publisher : Universitas Pahlawan Tuanku Tambusai

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.31004/jn.v10i2.56193

Abstract

Gangguan pendengaran pada anak memengaruhi perkembangan bahasa sehingga membutuhkan deteksi dini, akses alat bantu, dan intervensi tepat. Terapis wicara berperan dalam rehabilitasi auditori, termasuk penerapan Auditory Verbal Therapy (AVT) untuk mengoptimalkan kemampuan mendengar dan berbicara. Penelitian ini bertujuan untuk mengidentifikasi persepsi terapis wicara mengenai efektivitas metode AVT dalam memperbaiki kemampuan komunikasi anak dengan gangguan pendengaran. Metode: Penelitian ini menggunakan metode kuantitatif dengan desain deskriptif untuk menggambarkan persepsi terapis wicara terhadap AVT di Jawa Tengah. Sampel dipilih menggunakan purposive sampling berdasarkan kriteria inklusi dan eksklusi. Data dikumpulkan melalui kuesioner sebagai instrumen utama. Hasil penelitian menunjukkan bahwa terapis wicara di Jawa Tengah memiliki persepsi positif terhadap Auditory Verbal Therapy (AVT). AVT dianggap efektif meningkatkan kemampuan komunikasi anak pada skor rata-rata 3.8 sampai 4.2, dengan keterlibatan orang tua sebagai faktor pendukung utama dengan rata – rata 4.45. Namun, pelatihan formal masih kurang, karena hanya 44% terapis yang pernah mengikutinya. Secara keseluruhan, AVT dinilai membantu perkembangan bahasa anak dengan gangguan pendengaran. Penelitian menunjukkan terapis wicara memiliki persepsi sangat positif terhadap AVT, menilai metode ini efektif meningkatkan komunikasi anak dan didukung pemahaman baik tentang tahapannya. Kata Kunci: Persepsi Terapis Wicara, Metode Auditory Verbal Therapy, Anak Gangguan Pendengaran
Hubungan Fungsi Kognitif Dengan Reading Comprehension Pada Anak Dengan Intellectual Disability di SLB Kota Surakarta Muhammad Tegar Afriansyah; Roy Romey Daulas Mangunsong; Setyadi Nugroho
Jurnal Ners Vol. 10 No. 2 (2026): APRIL 2026
Publisher : Universitas Pahlawan Tuanku Tambusai

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.31004/jn.v10i2.56233

Abstract

Penelitian ini menganalisis hubungan fungsi kognitif dengan reading comprehension pada anak intellectual disability di SLB Kota Surakarta. Latar belakang mencakup hak pendidikan, kendala membaca, serta keterbatasan fungsi kognitif yang memengaruhi comprehension. Dengan instrumen terstandarisasi, penelitian ini mengisi gap terkait pemahaman membaca, bukan sekadar kelancaran membaca. Untuk mengetahui apakah terdapat hubungan antara fungsi kognitif dengan reading comprehension pada intellectual disability usia sekolah di SLB Kota Surakarta. Penelitian kuantitatif ini menggunakan desain cross sectional dengan 30 anak intellectual disability di tiga SLB Kota Surakarta. Analisis data menggunakan Spearman Rank Correlation untuk menguji hubungan fungsi kognitif dan reading comprehension. Instrumen yang digunakan adalah Cognitive Linguistic Evaluation dan Tes Pemahaman Membaca, keduanya telah terbukti valid dan reliabel. Penelitian ini menganalisis hubungan fungsi kognitif dengan reading comprehension pada 30 anak intellectual disability di tiga SLB Surakarta. Hasil menunjukkan fungsi kognitif berkategori rendah–sedang, sementara reading comprehension bervariasi nilai 6–22. Analisis Spearman Rank Correlation menyatakan terdapat hubungan positif signifikan, menegaskan bahwa keterbatasan kognitif berpengaruh terhadap reading comprehension dan pemahaman teks anak Intellectual Disability. Hasil penelitian pada 30 anak intellectual disability di tiga SLB Surakarta menunjukkan sebagian besar fungsi kognitif di bawah rata-rata 46,7% dan kemampuan reading comprehension bervariasi nilai 6–22. Analisis Spearman Rank Correlation menemukan hubungan positif signifikan antara fungsi kognitif dan reading comprehension (r = 0,580; p = 0,001). Hal ini menunjukkan peningkatan kognitif berpengaruh pada reading comprehension.