Claim Missing Document
Check
Articles

Found 3 Documents
Search

Dampak Konversi Kompor Induksi Bagi Rumah Tangga 450 Va Dan 900 Va Dengan Pengalihan Subsidi Energi Dari Subsidi Lpg 3kg Menjadi Subsidi Listrik Yundi Haekal Azizi; Rahmada Mulia Wardhana Moljoadie
Cakrawala Repositori IMWI Vol. 6 No. 3 (2023): Cakrawala Repositori IMWI
Publisher : Institut Manajemen Wiyata Indonesia & Asosiasi Peneliti Manajemen Indonesia

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.52851/cakrawala.v6i3.305

Abstract

Kebutuhan energi untuk memasak sudah berevolusi dalam prosesnya, yaitu pada awal menggunakan kayu bakar, kemudian berevolusi menggunakan bahan bakar minyak tanah, dan yang terakhir dengan teknologi bersih menggunakan bahan Liquefied Petroleum Gas (LPG). Menurut APBN 2019, subsidi LPG untuk tabung 3 kg (kg) diperkirakan menelan biaya lebih dari $ 4,9 miliar pada 2019. Implementasi Program Elektrifikasi berbagai Sektor sebagai upaya demand driven untuk penyerapan kondisi over capacity energi listrik yang kurangnya dimanfaatkan, kondisi saat ini reserve margin PLN sebesar 15,6%. Selain itu, komitmen dalam mencapai NZE Tahun 2060 terkait demand pada program tahun 2021-2025 salah satunya ialah strategi dalam penurunan impor LPG dengan kompor induksi untuk 8,2 juta rumah tangga. Diperlukan analisis lebih dalam untuk mengetahui dampak konversi kompor induksi bagi rumah tangga 450 VA dan 900 VA dengan pengalihan subsidi energi dari subsidi LPG 3kg menjadi subsidi listrik. Penelitian ini juga dapat menjadi referensi bagi peneliti ataupun Pemerintah di Indonesia untuk menerapkan konsep kebijakan energi bersih untuk mengalihkan teknologi memasak dari kompor LPG ke kompor induksi dalam literatur biaya energi dan pengalihan subsidi energi untuk didapatkan penghematan baik dalam rumah tangga atau fiskal APBN setiap tahunnya.
Analysis of the Impact of Electric Charging Infrastructure Provision Rules on the Calculation of Fast and Ultrafast Charging Service Costs at Time Base and Energy Base Charging Stations Yundi Haekal Azizi; Hakimul Batih
International Journal of Social Service and Research Vol. 3 No. 7 (2023): International Journal of Social Service and Research (IJSSR)
Publisher : Ridwan Institute

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.46799/ijssr.v3i7.448

Abstract

This study aims to analyze the impact of the issuance of MEMR Regulation Number 1 of 2023 concerning the Provision of Electric Charging Infrastructure for Battery-Based Electric Motor Vehicles, especially focusing on provisions related to electricity tariffs on surcharge fees for KBLBB fast charging and ultrafast charging consumers/customers. The calculation of surcharge fees can be economically affected by investment costs, operational costs, electric vehicle volume, and charging energy per electric vehicle (EV), so this study on surcharge fees is calculated using several scenarios and simulations carried out. The scenario is based on investment costs and operational costs using high and low cost financing calculations, and the simulation in question is on the volume of energy and electric vehicles over the next 15 years with pessimistic, moderate and optimistic simulations. This study uses quantitative descriptive methods that aim to describe or descriptive about a situation objectively using numbers, starting from data collection, interpretation through analysis of the data and appearance and results. The results of calculations from scenarios and simulations that have been carried out, calculations that are close to economics and based on current conditions that low cost scenarios with moderate simulations are appropriate recommendations to be applied at this time. Of course, the amount of application of the service fee must be evaluated by the Government every year, because the calculation component greatly affects the amount of the service fee.
Dampak Konversi Kompor Induksi Bagi Rumah Tangga 450 Va Dan 900 Va Dengan Pengalihan Subsidi Energi Dari Subsidi Lpg 3kg Menjadi Subsidi Listrik Yundi Haekal Azizi; Rahmada Mulia Wardhana Moljoadie
Cakrawala Repositori IMWI Vol. 6 No. 3 (2023): Cakrawala Repositori IMWI
Publisher : Institut Manajemen Wiyata Indonesia & Asosiasi Peneliti Manajemen Indonesia

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.52851/cakrawala.v6i3.305

Abstract

Kebutuhan energi untuk memasak sudah berevolusi dalam prosesnya, yaitu pada awal menggunakan kayu bakar, kemudian berevolusi menggunakan bahan bakar minyak tanah, dan yang terakhir dengan teknologi bersih menggunakan bahan Liquefied Petroleum Gas (LPG). Menurut APBN 2019, subsidi LPG untuk tabung 3 kg (kg) diperkirakan menelan biaya lebih dari $ 4,9 miliar pada 2019. Implementasi Program Elektrifikasi berbagai Sektor sebagai upaya demand driven untuk penyerapan kondisi over capacity energi listrik yang kurangnya dimanfaatkan, kondisi saat ini reserve margin PLN sebesar 15,6%. Selain itu, komitmen dalam mencapai NZE Tahun 2060 terkait demand pada program tahun 2021-2025 salah satunya ialah strategi dalam penurunan impor LPG dengan kompor induksi untuk 8,2 juta rumah tangga. Diperlukan analisis lebih dalam untuk mengetahui dampak konversi kompor induksi bagi rumah tangga 450 VA dan 900 VA dengan pengalihan subsidi energi dari subsidi LPG 3kg menjadi subsidi listrik. Penelitian ini juga dapat menjadi referensi bagi peneliti ataupun Pemerintah di Indonesia untuk menerapkan konsep kebijakan energi bersih untuk mengalihkan teknologi memasak dari kompor LPG ke kompor induksi dalam literatur biaya energi dan pengalihan subsidi energi untuk didapatkan penghematan baik dalam rumah tangga atau fiskal APBN setiap tahunnya.