Tujuan penelitian. Penelitian ini bertujuan untuk menganalisis secara mendalam bagaimana pola asuh otoriter orang tua membentuk keterampilan komunikasi mahasiswa dewasa awal di Kota Bekasi. Penelitian ini berangkat dari fenomena masih banyaknya praktik pola asuh otoriter dalam keluarga Indonesia serta potensi pengaruhnya terhadap perkembangan komunikasi anak hingga memasuki masa dewasa awal. Bahan dan metode. Penelitian ini menggunakan pendekatan kualitatif dengan paradigma konstruktivisme. Data dikumpulkan melalui wawancara mendalam terhadap lima narasumber utama yang merupakan mahasiswa dewasa awal, sepuluh narasumber pendukung yang merupakan orang tua, serta triangulasi dengan narasumber ahli di bidang komunikasi dan psikologi. Teknik pengumpulan data dilakukan secara bertahap untuk memperoleh gambaran yang komprehensif mengenai pola asuh, pola komunikasi keluarga, serta pengalaman komunikasi subjek penelitian. Analisis data dilakukan melalui proses reduksi, kategorisasi, dan penarikan kesimpulan secara tematik. Hasil. Hasil penelitian menunjukkan bahwa pola asuh otoriter cenderung menghasilkan mahasiswa yang pasif, ragu mengemukakan pendapat, kesulitan menyusun ide secara runtut, serta kurang percaya diri dalam berkomunikasi di forum sosial maupun akademik. Kondisi tersebut dipengaruhi oleh pola komunikasi keluarga yang satu arah, larangan membantah, serta pembatasan aktivitas di luar rumah yang membatasi pengalaman sosial anak. Kesimpulan. Pola asuh otoriter memiliki pengaruh signifikan terhadap pembentukan keterampilan komunikasi mahasiswa dewasa awal, baik dalam aspek hambatan maupun potensi pengembangan diri. Temuan ini menegaskan pentingnya peran orang tua dalam membangun pola komunikasi yang lebih terbuka dan dialogis