Pelayanan yang efisien merupakan faktor penting dalam meningkatkan kepuasan pelanggan pada industri minuman cepat saji. Mixue Simpang Tuntungan termasuk outlet dengan intensitas kunjungan tinggi sehingga berpotensi menimbulkan antrean pada proses pemesanan dan pembayaran. Penelitian ini bertujuan untuk menganalisis kinerja pelayanan kasir dan memberikan rekomendasi perbaikan sistem antrean menggunakan pendekatan pemodelan dan Discrete Event Simulation (DES). Data dikumpulkan melalui observasi langsung terhadap 30 pelanggan, dengan parameter waktu antar kedatangan, waktu pelayanan kasir, proses penyajian, serta waktu tunggu pelanggan. Pemodelan sistem menggunakan model antrian M/M/1 untuk kondisi aktual dan M/M/2 sebagai skenario usulan. Simulasi dilakukan menggunakan Python melalui 10 replikasi untuk memperoleh rata-rata performa sistem. Hasil penelitian menunjukkan bahwa sistem pelayanan dengan satu kasir masih efisien, dengan waktu tunggu 0,59 menit dan tingkat utilisasi 30,12%. Penambahan satu kasir mampu menurunkan waktu tunggu hingga 91% menjadi 0,055 menit, namun menurunkan utilisasi menjadi 15,85% per kasir sehingga tidak optimal pada kondisi trafik pelanggan normal. Dengan demikian, penambahan kasir disarankan hanya diterapkan pada kondisi puncak, sedangkan pada kondisi normal cukup menggunakan satu kasir. Pendekatan DES terbukti efektif dalam mengevaluasi performa pelayanan dan menghasilkan rekomendasi operasional berbasis data.