Claim Missing Document
Check
Articles

Found 2 Documents
Search

Pemisahan Unsur Tanah Jarang ( Ce, La, dan Gd ) dengan Metode Solvent Impregnated Resin menggunakan 1-fenil-3-metil-4-benzoil-5-pirazolon Rohiman, Asep; Buchari, Buchari
Jurnal Geologi dan Sumberdaya Mineral Vol 16, No 4 (2015): Jurnal Geologi dan Sumberdaya Mineral
Publisher : Pusat Survei Geologi

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar

Abstract

Indonesia merupakan salah satu negara di dunia yang kaya sumber daya mineralnya, termasuk unsur logam tanah jarang. Sayangnya, teknologi untuk memurnikan unsur tanah jarang tersebut belum mumpuni. Salah satu teknologi terbaru saat ini dalam bidang pemisahan adalah dengan teknik mengimpregnasikan senyawa ekstraktan terhadap resin, yang dikenal dengan metode SIR. Senyawa pirazolon dan turunannya diketahui dapat digunakan untuk mengekstrak sejumlah ion logam salah satunya adalah ion logam tanah jarang. Pada penelitian ini, senyawa HPMBP telah berhasil disintesis. Senyawa tersebut digunakan sebagai ekstraktan untuk mengekstraksi ion logam tanah jarang dengan menggunakan metode SIR. Untuk menentukan kemurnian dan kesesuaian dengan yang diharapkan maka dilakukan karakterisasi baik secara fisik maupun kimiawi terhadap senyawa hasil sintesis tersebut yang meliputi: uji titik leleh, TLC, HPLC, karakterisasi gugus fungsi dengan spektroskopi IR, dan NMR. Tahap berikutnya yaitu penyiapan SIR yang dilakukan dengan cara mengamobilkan senyawa HPMBP pada  Amberlite XAD-16. Rasio berat HPMBP terhadap XAD-16  yang dapat diamobilkan yaitu 3 : 2. Selanjutnya, produk SIR tersebut digunakan untuk ekstraksi La+3, Ce+3, dan Gd+3 dalam media HNO3 0,1 M sebagai fasa air dengan cara batch. Kondisi pH optimum untuk ekstraksi La+3, Ce+3, dan Gd+3 secara berurutan diperoleh pada  pH = 3,1 ; pH = 2,19 dan pH = 1,70.
Dosis Radiasi Gamma Beragam Jenis Batuan di Wilayah Utara Pulau Bangka Irzon, Ronaldo; Kurnia, Kurnia; Rohiman, Asep; Yurnaldi, Dida; Kusworo, Aries
Jurnal Lingkungan dan Bencana Geologi Vol 13, No 3 (2022)
Publisher : Badan Geologi

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.34126/jlbg.v13i3.444

Abstract

Radioaktivitas dapat terjadi secara alami maupun disebabkan oleh aktifitas manusia. Salah satu radioaktivitas alami terdapat pada batuan yang bergantung kepada jenis dan komposisinya. Studi ini bermaksud untuk menjelaskan dosis radiasi beberapa jenis batuan yang teradapat di wilayah Pulau Bangka bagian utara. Perangkat Geiger–Müller counter tipe FH 40 G Multi-Purpose Digital Survey Meter dari Thermo dipergunakan untuk mengukur dosis radiasi batuan pada penelitian ini. Pengukuran pada setiap sampel dilakukan setidaknya tiga kali dan nilainya telah diolah secara statistik untuk menapatkan hasil yang valid. Jenis batuan dengan tingkat dosis radiasi tertinggi hingga terendah adalah granit, sedimen tersilisifikasi, sedimen, dan diabas dengan rerata 466 nSv/h, 116 nSv/h, 90 nSv/h, dan 74 nSv/h secara berurutan. Penelitian ini membuktikan bahwa granit adalah bahan bangunan utama yang digunakan oleh masyarakat Pulau Bangka meskipun batuan tersebut memiliki resiko radioaktif terbesar relatif terhadap jenis batuan lain.