Dwi Septian Wijaya
Institut Teknologi Bisnis dan Kesehatan Muhammadiyah Tulungagung

Published : 3 Documents Claim Missing Document
Claim Missing Document
Check
Articles

Found 3 Documents
Search

PEMBERIAN DAUN KELOR TERHADAP PRODUKSI AIR SUSU IBU (ASI) Dwi Septian Wijaya
Journal of Holistic and Traditional Medicine Vol. 6 No. 03 Februari (2022): Journal of Holistic and Traditional Medicine
Publisher : Perhimpunan Kesehatan Holistik Indonesia

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar

Abstract

Menyusui adalah hadiah yang sangat berharga yang dapat diberikan ibu kepada bayinya. Air Susu Ibu (ASI) adalah sumber nutrisi yang primer bagi anak sejak dilahirkan sampai ia mampu mencerna asupan lain setelah usia enam bulan. ASI mengandung lemak, karbohidrat, protein, vitamin, mineral dan enzim. Faktor penyebab rendahnya pemberian ASI ekslusif, salah satu diantaranya adalah ibu menyusui merasa jumlah ASI yang diberikan tidak cukup untuk memenuhi kebutuhan anak. Upaya dalam peningkatan produksi ASI bisa dilakukan dengan cara melakukan perawatan payudara sejak dini dan rutin, memperbaiki teknik menyusui, atau dengan mengkonsumsi makanan yang dapat mempengaruhi produksi ASI (galaktogogum). Beberapa tanaman dinyatakan dapat dimanfaatkan untuk meningkatkan kualitas dan melancarkan pengeluaran ASI salah satunya adalah daun kelor. Tanaman kelor (Moringa oleifera) merupakan bahan pangan lokal yang dapat dibuat dalam kuliner ibu menyusui, karena mengandung fitosterol yang meningkatkan kemampuan untuk meningkatkan dan memperlancar produksi ASI (laktogogum).
PEMBERIAN SARI KURMA (Phoenix dactylifera) TERHADAP PENINGKATAN KADAR HEMOGLOBIN IBU HAMIL Dwi Septian Wijaya
Journal of Holistic and Traditional Medicine Vol. 6 No. 04 Mei (2022): Journal of Holistic and Traditional Medicine
Publisher : Perhimpunan Kesehatan Holistik Indonesia

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar

Abstract

Anemia merupakan keadaan menipisnya sel darah merah (eritrosit) dalam darah yang menyebabkan ketidakmampuan menjalankan tugasnya sebagai oksigen ke seluruhan sel-sel jaringan tubuh. Anemia dalam kehamilan yaitu keadaan ibu yang mempunyai kadar hemoglobin di bawah 11 gr% pada trimester 1 dan 3 atau kurang dari 10,5 gr% pada trimester 2. Anemia selama masa kehamilan memberikan dampak bagi ibu, baik selama hamil, bersalin ataupun nifas. Dampak buruknya yakni bayi yang baru dilahirkan dapat mengalami intra uterine growth retardation (IUGR), lahir sebelum masanya dan mengalami gugur kandungan, serta berat badan bayi yang dilahirkan rendah (BBLR). Keseluruhan dampak negatif itu mempengaruhi peningkatan risiko kematian bayi khususnya di negara berkembang. Pemenuhan nutrisi dalam tubuh terdapat pada buah-buahan dan sayuran, salah satunya kurma. Kurma mengandung karbohidrat tinggi yang menyediakan energi yang cukup dan memiliki kandungan gula seperti glukosa, fruktosa, dan sukrosa. Kurma dengan kandungan gula yang tinggi mencapai 70%, yakni 70-73g per 100g berat kering, kandungan zat gula tersebut sudah diolah secara alami sehingga tidak membahayakan bagi kesehatan.
LATIHAN FISIK TERHADAP DENGAN TINGKAT DEPRESI LANSIA Dwi Septian Wijaya
Journal of Holistic and Traditional Medicine Vol. 7 No. 01 Agustus (2022): Journal of Holistic and Traditional Medicine
Publisher : Perhimpunan Kesehatan Holistik Indonesia

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar

Abstract

Lanjut usia (lansia) merupakan suatu proses menghilangnya kemampuan jaringan untuk memperbaiki diri secara perlahan-lahan dan mempertahankan struktur dan fungsi normalnya sehingga tidak dapat bertahan terhadap infeksi dan memperbaiki kerusakan yang diderita. Lansia pada umumnya mengalami berbagai gejala akibat penurunan fungsi biologis, psikologis, sosial dan ekonomi. Perubahan ini akan memberikan pengaruh pada seluruh aspek kehidupan, termasuk kesehatan. Semakin lanjut usia seseorang, maka kemampuan fisiknya akan semakin menurun, sehingga menurunkan peran-peran sosialnya dan menimbulkan gangguan dalam hal mencukupi kebutuhan hidupnya. Lansia yang mengalami resiko tinggi terhadap gangguan tidur diakibatkan adanya perubahan aktivitas, kondisi tubuh, panca indera menurun, dan pola makan secara tidak teratur. Kecemasan merupakan gangguan mental yang paling umum dialami oleh orang tua, mempengaruhi 1 dari 10 orang yang berusia diatas 60 tahun. Rata-rata 70% orang-orang dalam kelompok ini menderita general rasa cemas. Gejala kecemasan, baik bersifat akut maupun kronik merupakan komponen utama bagi hampir semua gangguan kejiwaan (psychiatric disorder). Diperkirakan jumlah penderita gangguan kecemasan mencapai 5% dari jumlah penduduk, dengan perbandingan antara wanita dan pria adalah 2 : 1 dan diperkirakan 2% - 4% diantara penduduk kehidupannya pernah mengalami gangguan cemas. Aktivitas fisik merupakan pergerakan anggota tubuh yang menyebabkan pengeluaran tenaga yang sangat penting bagi pemeliharaan kesehatan fisik dan mental, serta mempertahankan kualitas hidup agar tetap sehat dan bugar sepanjang hari. Aktivitas fisik sangat penting perananya terutama bagi lansia.