Claim Missing Document
Check
Articles

Found 16 Documents
Search

KESALAHAN PENGGUNAAN PREFIKS DI– PADA BERITA ONLINE JAWA POS TAHUN 2023 Lisa Kusumawardani; Suhartono; Trinil Dwi Turistiani
MATAPENA: Jurnal Keilmuan Bahasa, Sastra, dan Pengajarannya Vol. 6 No. 01 (2023): Juni 2023
Publisher : Program Studi Pendidikan Bahasa dan Sastra Indonesia Universitas Islam Majapahit (UNIM) Mojokerto Indonesia

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar

Abstract

News manuscripts before being published go through an editing process. This is done to minimize word error and making it easier for readers to understand. This study aims to describe the misuse of the di- prefix in Jawa Pos online news. This study is classified as a qualitative research by analyzing obtained data. The research data is in the form of words that use prefixes in news articles published by Jawa Pos Digital. Articles published from 25 February to 19 April 2023 are used as data sources. Data analysis techniques in this study uses three stages, (1) data collection, (2) data analysis, and (3) conclusion. Results from this study showed nine misuses of the di- prefix in online news articles, three misuses of the di- prefix followed by a place word and six misuses of the di- prefix followed by a noun. These misuses are classified into (1) combining the di- prefix followed by a place word and (2) seperating the di- prefix followed by a verb.
PELATIHAN PENINGKATAN KUALITAS PEMBELAJARAN BAHASA INDONESIA/MEMBACA PERMULAAN BAGI GURU SDN GRUDO 4 NGAWI: - . Mukhzamilah; . Mulyono; . Yunisseffendri; Trinil Dwi Turistiani; Hespi Septiana
Transformasi dan Inovasi : Jurnal Pengabdian Masyarakat Vol 3 No 2 (2023): Vol. 3 No. 2 (2023): Volume 3, Nomor 2, Juli 2023
Publisher : Program Studi S1, S2, S3 Mananajemen Pendidikan Universitas Negeri Surabaya

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.26740/jpm.v3n2.p75-79

Abstract

Teachers are professional educators with the main task of educating, teaching, guiding, directing, training, assessing, and evaluating students in early childhood education through formal education, basic education, and secondary education. Teachers must have a minimum academic qualification of bachelor (S1) or diploma (D-IV), master competence (pedagogic, professional, social, and personality), have an educator certificate, be physically and mentally healthy, and have the ability to realize national education goals. The method in this activity is training and assistance in the preparation of learning tools and media. In the early stages, participants are given explanations or lectures related to concepts and knowledge about language learning. In the next stage, participants are invited to discuss the problems they face when carrying out learning in class. In order for the activity to be directed, participants are given a worksheet during the mentoring which contains an analysis of the learning that has been done and efforts to improve it. To solve the problems faced by the target audience, namely teachers, it is carried out through community service with a participatory approach. The results obtained during the program received positive responses from the training participants (teaching staff) regarding the programs that had been implemented by the research team so far. This response is evidenced by the number of agreements from the training participants, and also the many positive responses from the participants which they filled in the questionnaire column. Keywords: Teachers, Training, Quality Improvement, Indonesian Language
Efektivitas Model Pembelajaran TGT (Teams Game Tournament) Berbasis Baamboozle Dalam Pembelajaran Struktur Teks Surat Resmi Kelas 7 SMPN 53 Surabaya Rudi Santoso; Trinil Dwi Turistiani
Jurnal Ilmiah Profesi Pendidikan Vol. 11 No. 1 (2026): Februari
Publisher : Fakultas Keguruan dan Ilmu Pendidikan, Universitas Mataram

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.29303/jipp.v11i1.4469

Abstract

Penelitian ini dilatarbelakangi oleh pembelajaran kelas yang masih berpusat pada pendidik, kurangnya antusias dan keaktifan, serta kurangnya pemahaman peserta didik terhadap struktur teks surat resmi. Kondisi tersebut menunjukkan perlunya model pembelajaran yang lebih interaktif dan menarik. Penelitian ini bertujuan untuk mendeskripsikan proses implementasi, hasil belajar, dan respons peserta didik terhadap model pembelajaran TGT (Teams Game Tournament) berbasis Baamboozle dalam pembelajaran struktur teks surat resmi. Penelitian ini menggunakan jenis penelitian deskriptif dengan metode kuantitatif pre-experimental one group pretest-posttest. Penelitian dilaksanakan pada tanggal 30 dan 31 Juli 2025 dengan subjek penelitian peserta didik kelas 7E SMP Negeri 53 Surabaya sebanyak 34 peserta didik. Teknik pengumpulan data dilakukan melalui observasi, tes, dan angket. Hasil penelitian menunjukkan bahwa proses penerapan berjalan sangat baik dengan persentase observasi pendidik sebesar 89,77% dan persentase observasi peserta didik sebesar 83,92%. Rata-rata hasil belajar juga meningkat antara pretest (52) dan posttest (81,26), ditambah hasil uji t menunjukkan =13,907 < =2,035  dan signifikansi (two tailed) 0,001 < 0,05 yang menyatakan ditolak dan diterima sehingga model pembelajaran TGT berdampak efektif terhadap hasil belajar peserta didik. Respons peserta didik menunjukkan persentase sebesar 88,82% sehingga termasuk dalam kategori respons yang sangat positif. Dapat disimpulkan bahwa model pembelajaran TGT efektif terhadap hasil belajar struktur teks surat resmi peserta didik.  
Implementasi Teknik Curah Gagasan Berbasis Kartu Diksi Pada Pembelajaran Menulis Puisi Kelas VIII SMPN 34 Surabaya Rio Mahesa Putra; Trinil Dwi Turistiani
Jurnal Ilmiah Profesi Pendidikan Vol. 11 No. 1 (2026): Februari
Publisher : Fakultas Keguruan dan Ilmu Pendidikan, Universitas Mataram

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.29303/jipp.v11i1.4476

Abstract

Kurangnya kemampuan menulis puisi peserta didik menyebabkan nilai di bawah KKM dan pendekatan pembelajaran hanya terfokus pada satu arah.  Tujuan penelitian ini untuk mendeskripsikan proses pembelajaran dengan implementasi teknik curah gagasan berbasis kartu diksi pada pembelajaran menulis puisi, mendeskripsikan hasil belajar menulis puisi sebagai tolok ukur keberhasilan implementasi teknik curah gagasan yang diberlakukan, dan mendeskripsikan hasil respons peserta didik setelah diberlakukan teknik curah gagasan. Metode dalam penelitian ini menggunakan pendekatan deskriptif kuantitatif dengan teknik pengumpulan data berupa pengamatan, tes menulis puisi, dan angket respons. Hasil penelitian menunjukkan bahwa implementasi teknik curah gagasan berbasis kartu diksi terlaksana dengan sangat baik. Hal ini dibuktikan dengan pemerolehan hasil rata-rata sebesar 98,8% pada lembar pengamatan pendidik dan 95, 95% pada pengamatan peserta didik. Terdapat peningkatan hasil belajar peserta didik sebesar 86,62 yang dikategorikan dalam predikat baik. Peserta didik juga memberikan respons yang positif dengan pemerolehan total skor respons sebesar 71,42%. Berdasarkan hasil penelitian dan pembahasan dapat disimpulkan bahwa implementasi teknik curah gagasan berbasis kartu diksi pada pembelajaran menulis puisi kelas VIII I SMPN 34 berjalan sangat baik dan sesuai dengan yang telah direncanakan. Hasil dari penelitian diharapkan menjadi dasar pengembangan konsep baru dari teknik curah gagasan dan menjadi rujukan pendidik dalam penggunaan pendekatan pembelajaran di kelas.
Analisis Teknik Skimming dan Scanning Mahasiswa dalam Mencari Informasi pada Media Online Maudy Novita Anggraeni; Isma Zakiyah Nur Faizah; Hanum Zanuba Raihanah Salma; M. Auliya Nur Rosyidi; Muh. Sulton Al Azis; Trinil Dwi Turistiani
Al-Zayn: Jurnal Ilmu Sosial, Hukum & Politik Vol 4 No 4 (2026): 2026
Publisher : Yayasan pendidikan dzurriyatul Quran

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.61104/alz.v4i4.6371

Abstract

Penelitian ini bertujuan untuk menganalisis penerapan teknik skimming dan scanning yang digunakan mahasiswa dalam mencari informasi pada media online melalui penyebaran kuisioner. Penelitian dilakukan untuk mengetahui cara mahasiswa memanfaatkan teknik membaca cepat, efektivitas penggunaannya, serta hambatan yang muncul saat mencari informasi di media digital. Perkembangan teknologi digital membuat media online menjadi sumber informasi yang banyak digunakan mahasiswa, terutama untuk kebutuhan akademik. Banyaknya informasi yang tersedia menyebabkan mahasiswa perlu memiliki kemampuan membaca yang cepat dan efektif agar dapat menemukan informasi yang relevan dalam waktu singkat. Teknik skimming digunakan untuk memahami gambaran umum isi bacaan, sedangkan teknik scanning digunakan untuk menemukan informasi tertentu secara cepat. Penelitian ini menggunakan metode deskriptif dengan teknik pengumpulan data berupa kuisioner yang dibagikan kepada mahasiswa. Hasil penelitian menunjukkan bahwa sebagian besar mahasiswa telah menggunakan teknik skimming dan scanning ketika mencari informasi di media online. Penggunaan kedua teknik tersebut membantu mahasiswa menemukan informasi penting dengan lebih efisien. Namun, masih ada mahasiswa yang belum menerapkan teknik membaca cepat secara optimal sehingga proses pencarian informasi menjadi kurang efektif. Oleh karena itu, kemampuan menggunakan teknik skimming dan scanning perlu terus ditingkatkan guna mendukung literasi digital dan proses belajar mahasiswa.
Hubungan Minat Baca Terhadap Kemampuan Membaca Skimming Pada Mahasiswa Program Studi PBSI Semester 2 Universitas Negeri Surabaya Ifanda Dafit; Zikka Izzur Ramadhani; Aryana Indria Dewi; Audry Akila; Sketsa Alia Putri; Trinil Dwi Turistiani
Indonesian Journal of Innovation Multidisipliner Research Vol. 4 No. 2 (2026): April - Juni
Publisher : Institute of Advanced Knowledge and Science

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.69693/ijim.v4i2.896

Abstract

Penelitian ini bertujuan untuk mengetahui hubungan antara minat baca dan kemampuan membaca skimming pada mahasiswa semester 2 Program Studi Pendidikan Bahasa dan Sastra Indonesia Universitas Negeri Surabaya. Penelitian ini menggunakan metode kuantitatif dengan desain korelasional. Partisipan penelitian adalah mahasiswa semester 2 Program Studi Pendidikan Bahasa dan Sastra Indonesia Universitas Negeri Surabaya yang dipilih melalui teknik purposive sampling. Data dikumpulkan menggunakan angket minat baca dan tes membaca skimming. Angket digunakan untuk mengetahui tingkat minat baca mahasiswa, sedangkan tes digunakan untuk mengukur kemampuan mahasiswa dalam mengidentifikasi ide pokok dan memahami teks secara cepat. Data yang diperoleh dianalisis menggunakan teknik Korelasi Product Moment Pearson. Hasil penelitian ini diharapkan dapat menunjukkan ada atau tidaknya hubungan antara minat baca dan kemampuan membaca skimming pada mahasiswa semester 2 Program Studi Pendidikan Bahasa dan Sastra Indonesia Universitas Negeri Surabaya. Selain itu, penelitian ini diharapkan dapat memberikan kontribusi terhadap pengembangan pembelajaran membaca, khususnya dalam meningkatkan keterampilan membaca cepat mahasiswa di perguruan tinggi.
Pemetaan Kebiasaan Membaca dan Hambatan Membaca Cepat Mahasiswa Empat Program Studi UNESA Ariska Yuliantika Prastiwi; Irma Rahmawati; Elisa Idzana Zulfa; Nur Aini Marsha Sabrina; Mega Diah Fianti; Trinil Dwi Turistiani
Indonesian Journal of Innovation Multidisipliner Research Vol. 4 No. 2 (2026): April - Juni
Publisher : Institute of Advanced Knowledge and Science

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.69693/ijim.v4i2.939

Abstract

Penelitian ini bertujuan untuk memetakan kebiasaan membaca dan hambatan membaca cepat mahasiswa dari empat program studi di Universitas Negeri Surabaya (UNESA), yaitu Pendidikan Bahasa dan Sastra Indonesia, Pendidikan Bahasa Inggris, Sastra Indonesia, dan Pendidikan Guru Sekolah Dasar. Penelitian dilatarbelakangi oleh pentingnya kemampuan membaca cepat dalam mendukung keberhasilan akademik mahasiswa di tengah meningkatnya tuntutan literasi dan derasnya arus informasi digital. Metode yang digunakan adalah pendekatan kuantitatif deskriptif dengan melibatkan 60 mahasiswa yang dipilih secara proporsional dari masing-masing program studi. Data dikumpulkan melalui angket daring yang terdiri atas 20 pernyataan dengan skala Likert 1–4, meliputi aspek kebiasaan membaca dan hambatan membaca cepat. Analisis data dilakukan menggunakan statistik deskriptif melalui perhitungan nilai rata-rata (mean) dan kategorisasi tingkat variabel. Hasil penelitian menunjukkan bahwa kebiasaan membaca mahasiswa berada pada kategori sedang dengan nilai rata-rata 2,87, sedangkan hambatan membaca cepat juga berada pada kategori sedang dengan nilai rata-rata 2,83. Hambatan yang paling dominan meliputi subvokalisasi, regresi, kesulitan mempertahankan fokus, kecenderungan membaca kata demi kata, serta kurangnya latihan membaca cepat secara konsisten. Selain itu, perkembangan media digital turut memengaruhi pola membaca mahasiswa yang cenderung mengonsumsi informasi secara cepat dan singkat sehingga berdampak pada kemampuan membaca mendalam terhadap teks akademik. Temuan penelitian menunjukkan bahwa meskipun mahasiswa memiliki kebiasaan membaca yang cukup baik, berbagai hambatan mekanis dan kognitif masih memengaruhi efektivitas membaca mereka. Oleh karena itu, diperlukan penguatan budaya literasi akademik dan pelatihan membaca cepat secara berkelanjutan untuk meningkatkan kemampuan membaca mahasiswa.  
The Effectiveness of Interactive Video Tutorials in Enhancing Students’ Procedural Text Mastery Based on the Cognitive Multimedia Learning Theory Emi Normanda; Prima Vidya Asteria; Trinil Dwi Turistiani
Tabasa: Jurnal Bahasa, Sastra Indonesia, dan Pengajarannya Vol. 7 No. 02 (2026)
Publisher : UIN Raden Mas Said Surakarta, Indonesia

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.22515/tabasa.v7i02.14915

Abstract

This study addresses the low level of procedural text mastery among junior high school students, as evidenced by 67% of eighth-grade students at SMP Negeri 2 Sampang failing to achieve the Minimum Mastery Criterion (MMC = 75). This situation highlights the need for more effective digital learning media to support Indonesian language instruction. The study aimed to develop and evaluate the effectiveness of interactive video tutorials based on the Cognitive Theory of Multimedia Learning (CTML) in improving students’ procedural text mastery. The research employed the ADDIE model (Analysis, Design, Development, Implementation, and Evaluation) using a mixed-methods approach. A total of 240 eighth-grade students participated in the study. Data were collected through expert validation, learning achievement tests, and student perception surveys. The results indicated that the developed media was categorized as “Very Good” based on expert evaluations. A paired-samples t-test revealed a significant improvement in student learning outcomes (t = 15.47, p < 0.001), with mean scores increasing from 65 to 82. Cohen’s d value of 1.42 indicated a large practical effect. The percentage of students achieving mastery increased from 33% to 87%, exceeding the predetermined target. In addition, students expressed highly positive perceptions of the interactive video tutorials. These findings suggest that CTML-based interactive video tutorials effectively enhance procedural text mastery and can serve as an innovative instructional medium that supports the digital transformation of Indonesian language learning at the junior high school level.   Penelitian ini dilatarbelakangi oleh rendahnya penguasaan teks prosedur siswa SMP, yang ditunjukkan oleh 67% siswa kelas VIII SMP Negeri 2 Sampang belum mencapai Kriteria Ketuntasan Minimal (KKM = 75). Kondisi tersebut menunjukkan perlunya media pembelajaran yang lebih efektif untuk mendukung pembelajaran bahasa Indonesia. Penelitian ini bertujuan mengembangkan dan mengevaluasi efektivitas tutorial video interaktif berbasis Cognitive Theory of Multimedia Learning (CTML) dalam meningkatkan penguasaan teks prosedur siswa. Penelitian menggunakan model ADDIE (Analysis, Design, Development, Implementation, Evaluation) dengan pendekatan mixed methods. Sebanyak 240 siswa kelas VIII dilibatkan sebagai subjek penelitian. Data diperoleh melalui validasi ahli, tes hasil belajar, dan survei respons siswa. Hasil penelitian menunjukkan bahwa media yang dikembangkan memperoleh kategori “Sangat Baik” berdasarkan penilaian ahli. Uji paired t-test menunjukkan peningkatan hasil belajar yang signifikan (t = 15,47; p < 0,001), dengan rata-rata nilai meningkat dari 65 menjadi 82. Nilai Cohen’s d sebesar 1,42 menunjukkan pengaruh praktis yang besar. Persentase ketuntasan belajar meningkat dari 33% menjadi 87%, melampaui target yang ditetapkan. Selain itu, sebagian besar siswa memberikan respons positif terhadap penggunaan video interaktif dalam pembelajaran. Temuan ini menunjukkan bahwa tutorial video interaktif berbasis CTML efektif meningkatkan penguasaan teks prosedur dan berpotensi menjadi alternatif media pembelajaran yang mendukung transformasi digital pendidikan bahasa Indonesia di tingkat sekolah menengah pertama.
Studi Literatur: Implementasi Model Concept Sentence Terhadap Kemampuan Menulis Siswa dalam Pembelajaran Bahasa Indonesia Nadhira Nazharani Najmah; Trinil Dwi Turistiani
Edu Cendikia: Jurnal Ilmiah Kependidikan Vol. 6 No. 01 (2026): Research Articles, April 2026
Publisher : ITScience (Information Technology and Science)

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.47709/educendikia.v6i01.8394

Abstract

Rendahnya kemampuan menulis siswa yang ditandai dengan kesulitan dalam mengembangkan ide, memilih diksi, serta menyusun struktur teks secara runtut. Kondisi ini mengindikasikan kebutuhan akan model pembelajaran yang dapat membantu siswa membangun gagasan secara terarah. Model concept sentence menjadi salah satu alternatif karena memanfaatkan kata kunci sebagai panduan dalam menyusun kalimat dan mengembangkan ide. Oleh sebab itu, penelitian ini bertujuan untuk menganalisis dan membandingkan penerapan model concept sentence dalam pembelajaran menulis berdasarkan empat penelitian terdahulu guna memperoleh gambaran komprehensif mengenai efektivitas dan konsistensinya dalam meningkatkan keterampilan menulis siswa. Penelitian ini menerapkan pendekatan deskriptif kualitatif dengan metode studi literatur (literature review). Data berupa empat artikel ilmiah yang dipilih berdasarkan kesesuaian topik, yaitu penerapan model concept sentence dalam pembelajaran menulis di jenjang SMP. Data dianalisis dengan mengacu pada model analisis interaktif Miles dan Huberman, yaitu kondensasi data, penyajian informasi, dan penarikan simpulan, serta keabsahan data diperiksa melalui teknik triangulasi sumber. Temuan penelitian menunjukkan bahwa penerapan model concept sentence secara konsisten mampu meningkatkan kemampuan menulis siswa SMP pada berbagai jenis teks. Kenaikan dapat dilihat dari perolehan nilai rata-rata serta tingkat pencapaian kompetensi pada setiap siklus pembelajaran, serta diikuti oleh meningkatnya keaktifan dan kemampuan siswa dalam mengembangkan ide secara lebih terstruktur. Selain itu, model ini terbukti fleksibel karena dapat diterapkan pada beragam jenis teks dengan hasil yang positif. Dapat disimpulkan bahwa model concept sentence terbukti efektif sebagai strategi pembelajaran dalam meningkatkan kemampuan menulis siswa pada berbagai jenis teks.
ANALISIS KETERAMPILAN MEMBACA KRITIS GEN-Z DALAM MENYIKAPI INFORMASI YANG BEREDAR DI MEDIA SOSIAL Zhahira Adita Putri Jawawi; Yessar Rio Ardeva; Mohammad Rafa Hardyan Nugraha; Ajeng Putri Mujiono; Trinil Dwi Turistiani
Didaktik : Jurnal Ilmiah PGSD STKIP Subang Vol. 12 No. 02 (2026): Volume 12 No. 2, Juni 2026 Publish
Publisher : STKIP Subang

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.36989/didaktik.v12i02.14861

Abstract

This study aims to analyze Generation Z’s reading skills and interest in reading when dealing with information circulating on social media. The study employs a descriptive qualitative approach, using data collection techniques in the form of interviews with five narasumberts from Generation Z who actively use social media as a daily source of information. The results show that most narasumberts have fairly good reading habits and rely on social media as their primary information source with high usage frequency. The majority of narasumberts recognize the importance of verifying information, although their ability to identify fake news varies among individuals. Some narasumberts still tend to assess the authenticity of information based on its presentation rather than by checking primary sources. Factors hindering reading interest include complex language, a lack of visual elements, and the prevalence of clickbait news. This study concludes that improving Generation Z’s reading literacy and digital literacy requires a collaborative approach involving individuals, educational institutions, the government, and digital platforms.