Claim Missing Document
Check
Articles

Found 2 Documents
Search

PERANAN POLA PENGASUHAN ORANG TUA BERPROFESI GURU MADRASAH BERASRAMA TERHADAP PEMEROLEHAN BAHASA Afryansyah afryansyah
Logat: Jurnal Bahasa Indonesia dan Pembelajaran Vol 10 No 1 (2023): Logat: Jurnal Bahasa Indonesia dan Pembelajaran
Publisher : Fakultas Keguruan dan Ilmu Pendidikan Universitas Sriwijaya

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.36706/logat.v10i1.501

Abstract

The purpose of this study was to describe the role of parental care patterns of boarding madrasah teachers on language acquisition of children aged 3 years. To achieve this goal, a qualitative descriptive research method was used with the approach of language acquisition theory (Dardjowidjojo). The study was conducted in the teacher's residents Insan Cendekia OKI during March-April 2022 with a cakap libat technique and a simple interview to two children aged 38 months and 40 months. The data analysis technique is done by analyzing the elements of phonology, morphology, and syntax that are adjusted to the age of the two children based on the theory of Soenjono Dardjowidjojo. Based on the research that has been done, the results showed that the pattern of care carried out directly by the mother and others (caregivers) have a different impact on language acquisition for children aged 3 years. KF is nurtured by grandmother (Nanny) because his father and mother teach in boarding madrasah, Kf just has phonological skills, but not good enough in morphology syntax side. Meanwhile, Hs who was taken care of directly for 24 hours by his mother (only his father who worked) had almost perfect language skills and acquisition both from the level of phonology, morphology, and syntax.
ALIRAN - ALIRAN PENDIDIKAN DALAM PERSPEKTIF AKSIOLOGI PENDIDIKAN Afryansyah Afryansyah; Sumarni Sumarni; Ria S. Wahyuni; Ratu Wardarita; Puspa I. Utami
Jurnal Ilmu Pendidikan Ahlussunnah Vol. 5 No. 1 (2022)
Publisher : Jurnal Ilmu Pendidikan Ahlussunnah

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar

Abstract

Tujuan penulisan makalah ini, yaitu untuk mendeskripsikan aliran-aliran pendidikan dalam perspektif aksiologi pendidikan. Untuk mencapai tujuan tersebut, dilakukan kajian studi kepustakaan dengan membaca berbagai sumber berupa buku dan artikel ilmiah. Berdasarkan hasil studi kepustakaan, didapatkan hasil bahwa: Pertama, aliran nativisme dan aliran naturalism yang memiliki pandangan mirip, bagaimana pengetahuan atau potensi bawaan yang dimiliki seseorang adalah hal yang harus dijaga dan dikembangkan, sementara orang lain atau lingkungan dianggap tidak memiliki kapasitas dalam mengembangkan potensi dalam diri peserta didik. Kedua, aliran empirisme yang beranggapan bahwa perkembangan peserta didik menjadi dewasa ditentukan oleh lingkungannya, yaitu melalui jalur pendidikan dan pengalaman. Ketiga, aliran konvergensi memandang antara potensi bawaan yang dimiliki peserta didik dengan lingkungan adalah yang mutlak digabungkan dalam proses aksiologi pendidikan. Dari teori di tersebut, aksiologi pendidikan yang dikembangkan di Indonesia sejalan dengan teori konvergensi. Aliran-aliran lainnya, dalam perspektif aksiologi belum sepenuhnya memiliki legitimasi "kegunaan dan kemanfaatan" yang sejalan dengan konsep aksiologi. Ketidakselarasan terletak pada proses mendapatkan ilmu pengetahuan (potensi lahir dan lingkungan). Sementara itu, dari segi hasil yang diharapkan aliran-aliran tersebut memiliki pandangan yang sama, yaitu "untuk apa" dan "apa manfaat" ilmu.