Claim Missing Document
Check
Articles

Found 2 Documents
Search

Hubungan Asupan Makan terhadap Kejadian Obesitas pada Anak Sekolah Dasar Kelas 1-3 di SDN Sukasari 4 Sintia Azzahra; Wan Nedra; Muhammad Arsyad
Junior Medical Journal Vol 1, No 5 (2023)
Publisher : Junior Medical Journal

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.33476/jmj.v1i5.3057

Abstract

Obesitas merupakan salah satu akibat dari mengkonsumsi makanan yang jauh melebihi kebutuhannya, dapat terjadi apabila asupan energi melebihi pengeluaran energi yang akan mengakibatkan ketidakseimbangan energi dan berdampak pada peningkatan berat badan. Asupan makan adalah jumlah dan jenis makanan yang dimakan atau dikonsumsi oleh seseorang atau kelompok orang pada waktu tertentuyang terdiri dari asupan energi, protein, karbohidrat, lemak, serat serta konsumsi fastfood. Dengan anak mengkonsumsi makanan yang berlebih, akan menimbulkan berbagai macam penyakit saat dewasa salah satunya adalah obesitas. Jenis penelitian ini adalah penelitian analitik dengan rancangan penelitian kuantitatif dengan pendekatan cross sectional. Sampel pada penelitian ini adalah anak kelas 1-3 di SDN Sukasari 4 sebanyak 195 responden. Analisis dilakukan secara univariat pada setiap variabel dan bivariat untuk melihat hubungan antar variabel. Didapatkan pada anak kelas 1-3 di SDN Sukasari 4 yang obesitas dengan asupan makan berlebih berjumlah 29 anak (30.2%). Berdasarkan uji analisis bivariat chi-square antara asupan makan terhadap kejadian obesitas di SDN Sukasari 4KEYWORD ABSTRACTdidapatkan signifikan sebesar 0,019 yang menyatakan bahwa terdapat hubungan antara asupan makan terhadap kejadian obesitas pada anak sekolah dasar kelas 1-3 di SDN Sukasari 4.
Henoch–Schönlein Purpura dengan Manifestasi Gastrointestinal Berat dan Hipertensi pada Anak: Laporan Kasus M Irsal Arif Rais; Meisy Grania Amalinda; Wan Nedra
Journal of Innovative and Creativity Vol. 5 No. 3 (2025)
Publisher : Fakultas Ilmu Pendidikan Universitas Pahlawan Tuanku Tambusai

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.31004/joecy.v5i3.6144

Abstract

Latar Belakang: Purpura Henoch-Schönlein, yang juga dikenal sebagai Vaskulitis IgA, adalah sebuah peradangan pembuluh darah sistemik yang paling umum ditemukan pada populasi anak-anak. Penyakit ini memiliki empat gejala klasik yang khas: ruam purpura yang dapat diraba, nyeri atau radang sendi, nyeri perut, dan keterlibatan organ ginjal. Keterlibatan saluran cerna yang berat dapat menyerupai kondisi bedah abdomen darurat, sementara komplikasi ginjal berupa nefritis merupakan masalah morbiditas jangka panjang yang paling serius. Laporan Kasus: Laporan ini menjabarkan kasus seorang pasien laki-laki berusia 11 tahun yang datang ke unit gawat darurat. Keluhan utamanya adalah nyeri perut kolik yang teramat berat selama tujuh hari, disertai mual dan muntah. Pasien juga menderita demam, nyeri di kaki saat berjalan yang merupakan tanda artralgia, dan memiliki riwayat batuk dua minggu sebelumnya. Pemeriksaan fisik mengungkapkan pasien dalam keadaan demam dengan suhu 38.7°C, menderita hipertensi dengan tekanan darah 115/98 mmHg, dan menunjukkan nyeri tekan pada abdomen. Ditemukan pula temuan khas berupa purpura teraba dengan krusta hitam di kedua kakinya. Hasil tes laboratorium mengkonfirmasi jumlah trombositnya berada dalam batas normal, yaitu 373.000/µL. Diagnosis kerja Henoch-Schönlein Purpura ditegakkan berdasarkan temuan-temuan klinis. Pasien segera diberikan tatalaksana komprehensif yang terdiri dari rehidrasi cairan, kortikosteroid methylprednisolon, antibiotik ceftriaxone, dan terapi suportif lainnya. Pasien merespons pengobatan dengan sangat baik dan menunjukkan perbaikan klinis yang signifikan; keluhan nyeri perut dan demamnya dilaporkan membaik setelah tiga hari menjalani perawatan. Kesimpulan: Diagnosis HSP pada kasus ini ditegakkan secara klinis. Kasus ini menunjukkan manifestasi klasik berat pada saluran cerna dan kulit, diperkuat dengan temuan hipertensi yang mengindikasikan adanya komplikasi nefritis. Hitung trombosit yang normal memegang peranan penting untuk menyingkirkan diagnosis banding lainnya. Prognosis pasien ini adalah dubia ad bonam atau cenderung baik, namun pemantauan jangka panjang terhadap fungsi ginjal melalui urinalisis dan pengukuran tekanan darah secara berkala mutlak diperlukan.