Claim Missing Document
Check
Articles

Found 2 Documents
Search

PROSES PENDANGKALAN DI PANTAI DAN LEPAS PANTAI CIREBON AKIBAT LAJU SEDIMENTASI ASAL DARATAN YANG TINGGI Setyadi, D.; C.D Aryanto, Noor
Jurnal Geologi dan Sumberdaya Mineral Vol 18, No 5 (2008): Jurnal Sumber Daya Geologi
Publisher : Pusat Survei Geologi

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | Full PDF (356.915 KB)

Abstract

The litology of Cirebon coastal area is alluvium from the Quarternary sediment. The emerged land in Cirebon coastal area is very wide due to a very flat coastal morphology and very high sedimentary in flux, especially in the river mouth area. The bat imetric map at Cirebon waters shows that the shallow water is in Kalijaga river mouth. Sediments are thicker towards Kalijaga and Sukalila river mouths. Further more, the sediment was deposited offshore and to the planning harboursites. Ingeneral, fluvial current is more dominant than longshore and marine currents and it is responsible for sedimentation along the coastalline and the river mouth. Keywords: emergedland, sedimentary influx, Cirebon waters
STRUKTUR GEOLOGI SELAT MADURA JAWA TIMUR Arifin, L.; ⠀, Susilohadi; Setyadi, D.; Silalahi, I. R.; Kristanto, N. A.; Rahardjo, P.; Purwanto, C.
JURNAL GEOLOGI KELAUTAN Vol 19, No 2 (2021)
Publisher : Pusat Penelitian dan Pengembangan Geologi Kelautan

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.32693/jgk.19.2.2021.737

Abstract

Penelitian dilakukan di perairan Selat Madura yang berada diantara Pulau Madura dan Jawa Timur. Tujuan penelitian adalah untuk mengetahui kondisi geologi dan pola sedimentasi yang ditafsirkan dari data rekaman seimik pantul. Orientasi struktur geologi Selat Madura berarah barat-timur, serupa dengan orientasi zona Kendeng di daratan Jawa Timur. Struktur antiklin yang berkembang di darat menerus hingga Selat Madura yang ditunjukkan di beberapa pulau seperti P. Kambing dan P. Ketapang yang merupakan puncak-puncak antiklin.Pada lereng selatan antiklin P. Gili Genting dan P. Gili Raja batuan berumur Pliosen Akhir dan batuan Quarter mencirikan adanya penurunan cekungan yang cepat dan menerus. Poros cekungan ini diperkirakan diisi oleh sedimen dengan ketebalan lebih dari 500  m, dimana pada bagian antiklin kemungkinan ditempati oleh batuan berumur Tersier Akhir sebanding dengan batuan yang tersingkap pada kedua pulau di atas.