Claim Missing Document
Check
Articles

Found 2 Documents
Search

Perbandingan antara high density lipoprotein, lipoprotein(a) dan small dense low density lipoprotein sebagai parameter pertanda risiko penyakit jantung koroner Priyana, Adi
Universa Medicina Vol 26, No 1 (2007)
Publisher : Faculty of Medicine, Trisakti University

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.18051/UnivMed.2007.v26.11-17

Abstract

Latar Belakang Penyakit jantung koroner (PJK) merupakan penyebab kematian utama di Indonesia seperti juga di berbagai negara industri di dunia. Aterosklerosis merupakan penyebab utama dari PJK. Faktor risiko utama sebagai penyebab aterosklerosis dan PJK adalah hipertensi, diabetes melitus, dislipidemia, kurang aktifitas dan merokok. Beberapa faktor risiko lainnya adalah high density lipoprotein (HDL) kolesterol (HDL-k), low density lipoprotein (LDL) kolesterol (LDL-k), lipoprotein a [Lp(a)], dan small dense LDL (sd-LDL). Penelitian ini bertujuan untuk membandingkan HDL-k, Lp(a) dan sd-LDL sebagai pertanda risiko terjadinya PJK. MetodeSubyek penelitian dibagi dalam dua kelompok yaitu kelompok risiko mengikutsertakan 94 subyek yang memiliki minimal 2 faktor risiko PJK dan kelompok kontrol 49 subyek tanpa faktor risiko PJK. Pemeriksaan sampel darah vena dilakukan pada subyek yang sebelumnya telah berpuasa 12–14 jam. Pertanda faktor risiko yang diperiksa adalah HDL-k, Lp(a) dan sd-LDL. Tiga alternatif multivariat model dibandingkan sd-LDL, sd-LDL + HDL-k, dan sd-LDL, HDL-k + Lp(a). HasilHasil penelitian menunjukkan sd-LDL merupakan pertanda risiko PJK yang akurat. Ternyata Lp(a) dan HDL-k kurang akurat bila digunakan sebagai pertanda risiko PJK dibandingkan dengan sd-LDL. KesimpulanSmall dense LDL merupakan pertanda risiko PJK yang akurat. Perlu dilakukan penelitian lebih lanjut dengan mengikut sertakan lebih banyak penderita PJK dan kontrol dengan usia yang sebanding.
Peran pertanda tulang dalam serum pada tatalaksana osteoporosis Priyana, Adi
Universa Medicina Vol 26, No 3 (2007)
Publisher : Faculty of Medicine, Trisakti University

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.18051/UnivMed.2007.v26.152-159

Abstract

Osteoporosis adalah kelainan tulang yang kronik progresif akibat berkurangnya massa dan kekuatan tulang sehingga menjadi predisposisi meningkatnya risiko fraktur. Pertanda tulang dapat memberikan gambaran proses remodelling yang sedang terjadi. Pemeriksaan ini meliputi pertanda resorpsi tulang yang dilakukan oleh osteoklas dan pertanda formasi tulang yang dilakukan oleh osteoblas. Diagnosis untuk osteoporosis yang dianggap baku adalah pemeriksaan bone mass density (BMD) tetapi BMD tidak dipakai untuk monitoring pengobatan karena membutuhkan waktu lama (2 tahun) untuk melihat perbedaan gambaran massa tulang. Analisis pertanda tulang dapat memberikan gambaran proses remodeling yang sedang terjadi dalam waktu yang lebih singkat (3 – 6 bulan). Artinya analisis pertanda tulang dapat memantau dan menilai respons pengobatan, prognosis penderita dengan risiko osteoporosis, mencari penyebab berkurangnya tulang secara cepat, memilih pengobatan yang sesuai, memantau pasien dengan pengobatan kortikosteroid dan mempelajari patogenesis osteoporosis. Dalam tulisan ini akan diuraikan beberapa analisis pertanda tulang seperti alkaline phosphatase (ALP), osteocalcin, P1-NP dan ß-CrossLaps dan kegunaannya pada tatalaksana osteoporosis.