Claim Missing Document
Check
Articles

Found 2 Documents
Search

Dakwah pada Masyarakat Transmigrasi di Kabupaten Mamuju (Studi Dakwah Struktural dan Dakwah Kultural) Muliadi
AL-MUTSLA Vol. 5 No. 1 (2023): Jurnal Al Mutsla Juni 2023
Publisher : STAIN MAJENE

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.46870/jstain.v5i1.562

Abstract

Peranan Dinas Transmigrasi dan Ketenagakerjaan Kabupaten Mamuju dalam pembinaaan mental spritual warga transmigrasi cukup besar, dengan cara menetapkan dai ataupun mubalig sebanyak dua orang pada setiap unit permukiman transmigrasi di Kecamatan Kalukku, termasuk kelurahan Sinyonyoi.  Model dakwah yang diterapkan adalah dakwah multikulturalisme dengan strategi dakwah inklusif karena obyek atau sasaran dakwahnya heterogen,  baik agama maupun etnisnya. Tema atau pesan dakwah yang disampaikan para dai dan mubalig adalah nilai-nilai universal dalam setiap agama sehingga tidak menimbulkan ketersinggungan bagi penganut agama lain. Peranan tokoh agama dalam pembinaan kehidupan beragama masyarakat transmigrasi sangat besar, dengan pendekatan dakwah yang sama yakni dakwah inklusif. Tokoh agama berupaya memahamkan masyarakat bahwa keragaman atau pluralitas adalah sebuah keniscayaan, dan meyakinkan bahwa bersama keragaman terdapat persamaan. Mengedepankan persamaan dan memperkecil perbedaan akan melahirkan sikap toleransi. Peluang maupun tantangan yang ditemukan antara lain masyarakat transmigran sangat terbuka dalam menerima perubahan. Sangat mudah diarahkan, mudah menjalin kerja sama, sumber daya muballig semakin banyak yang lahir lembaga pendidikan tinggi di Sulawesi Barat maupun yang lahir dari pondok pesantren dan Organisasi Kemasyarakatan Islam. Tantangan yang perlu diantisipasi adalah maraknya aliran-aliran keagamaan khususnya yang berhaluan paham radikalisme, serta ketersediaan logistik dakwah sebagai penunjang aktivitas dakwah pemberdayaan umat.
THE SPIRAL OF ANXIETY IN THE 2024 PRESIDENTIAL ELECTION DISCOURSE ON X Nurul Islam; Alexander Beny Pramudyanto; Muliadi; Nuryadin
TASAMUH : Jurnal Komunikasi dan Pengembangan Masyarakat Islam Vol. 24 No. 1 (2026): Innovative Da'wah for Sustainable Muslim Societies
Publisher : Fakultas Dakwah dan Ilmu Komunikasi UIN Mataram

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.20414/tasamuh.v24i1.14093

Abstract

This study examines the emergence of a spiral of anxiety among social media users on X (formerly Twitter) during discourse surrounding the 2024 Indonesian presidential election. Drawing on the spiral of silence theory, this study investigates how users respond emotionally when their political opinions diverge from the perceived majority, particularly under conditions of intense polarization. Using a quantitative sentiment analysis approach, the study analyzes 1,060 tweets collected through six election-related hashtags between November 13, 2023, and February 13, 2024. The data were classified using the Naive Bayes Classifier (NBC) method and validated using accuracy testing/confusion matrix in Google Colab. The findings show that while polarized users often express strong sentiments, a significant proportion of users adopt neutral tones, which can be interpreted as strategic silence or emotional withdrawal caused by fear of backlash. This silence does not reflect indifference but socio-political anxiety, indicating a shift from a spiral of silence to a spiral of anxiety. As a result, the quality of discourse declines, moving from fact-based debate to emotionally charged exchanges of opinion. This phenomenon contributes to unproductive political engagement and increased social fragmentation. The study offers theoretical and empirical insights into how digital platforms shape political communication in highly polarized societies.