Jonni Octavianus
Sekolah Tinggi Teologi Wesley Methodist Indonesia

Published : 1 Documents Claim Missing Document
Claim Missing Document
Check
Articles

Found 1 Documents
Search

" BAHAYA PERCABULAN BAGI IDENTITAS KRISTEN: SEBUAH REFLEKSI TEOLOGIS DARI 1 KORINTUS 6:18-20"DAN RELEVANSINYA BAGI GENERASI MILENIAL Samuel Sulistiyo; Diany Rita P. Pangapulon; Adolf Bastian Simamora; Jonni Octavianus
Voice of Wesley: Jurnal Ilmiah Musik dan Agama Vol 6, No 2 (2023): J.VoW Vol 6. No. 2 (2023)
Publisher : Sekolah Tinggi Teologia Wesley Methodist Indonesia

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.36972/jvow.v6i2.190

Abstract

Fokus penelitian ini adalah untuk menjelajahi relevansi tema ini bagi generasi milenial dalam konteks kehidupan Kristen saat ini. Melalui pendekatan teologis, penulis mempertimbangkan makna teks 1 Korintus 6:18-20, yang mengajak umat Kristen untuk menjauhi percabulan dan memahami pentingnya identitas Kristen yang kudus. Penelitian ini menggunakan metode analisis teks Alkitab dan mengkaji konteks historis dan teologis Surat Korintus untuk memahami pesan yang ingin disampaikan oleh rasul Paulus. Penulis juga memadukan perspektif teologis dengan pemahaman kontemporer tentang tantangan dan pengaruh yang dihadapi oleh generasi milenial dalam pergaulan seksual.Percabulan dan identitas Kristen dalam konteks ini menyoroti pentingnya hidup dalam kekudusan seksual, menjaga tubuh sebagai tempat kediaman Roh Kudus, dan menghormati nilai-nilai moral yang ditetapkan oleh ajaran Kristus. Dalam menghadapi budaya yang cenderung mendorong seksualitas bebas, generasi milenial diajak untuk menemukan identitas mereka dalam Kristus dan mengambil keputusan yang bertanggung jawab dalam kehidupan seksual mereka. Serta memberikan wawasan yang bermanfaat bagi generasi milenial dalam menavigasi pergaulan seksual yang kompleks. Implikasi praktis dari penelitian ini mencakup perlunya pendidikan seks yang komprehensif, pengembangan komunitas yang mendukung, dan pendekatan pastoral yang relevan untuk membantu generasi milenial dalam menjaga identitas Kristen yang kudus di tengah tantangan budaya saat ini.