Perbaikan teknik budidaya dengan ketinggian Bibit dan pemberian pupuk lengkap NPK 16:16:16 adalah upaya meningkatkan pertumbuhan tanaman akar wangi serta menentukan hasil minyak akar wangi yang berkualitas tinggi. Untuk mendukung pertumbuhan tanaman akar wangi diperlukan unsur hara. Unsur hara yang diperlukan adalah NPK. Bibit dipupuk dengan pupuk NPK 16:16:16 dengan dosis pupuk 20 g. Penelitian dilaksanakan di lahan Fakultas Pertanian Universitas Muhammadiyah Sumatera Utara di Jalan Tuar Ujung No. 65 Kecamatan Medan Amplas, Medan, Su- matera Utara dan ketinggian tempat 27 meter di atas permukaan laut (mdpl). Penelitian dimulai dari bulan Maret sampai dengan bulan Mei 2021. Dengan tujuan mengetahui do- sis pupuk NPK 16:16:16 dan tinggi bibit terhadap pertumbuhan akar wangi (Vetiveria zi- zanioides L.) pada tanah salin. Penelitian ini menggunakan Rancangan Acak Kelompok (RAK) Faktorial dengan dua faktor yang diteliti yaitu : 1.Pemberian Dosis Pupuk NPK 16:16:16 (D) dengan 4 taraf yaitu : D0 : Tanpa Perlakuan, D1 : 20 g/tanaman, D2 : 40 g/tanaman, D3 : 60 g/tanaman 2. Pemberian bibit Akar Wangi (S) dengan 4 taraf yaitu : S0 : 5 cm, S1 : 10 cm, S2: 20 cm, S3 : 30 cm. parameter yang diamati yaitu Tinggi Tanaman (cm), Jumlah daun (Helai), Jumlah Anakan (Anakan), Panjang Akar (cm), Volume Akar (cm3). Hasil pada penelitian ini ada pengaruh Perlakuan dosis pupuk NPK 16:16:16 dengan perlakuan D3 60 g/tanaman terhadap tanaman akar wangi (Vetiveria zizanioides L.) pada tanah salin berpengaruh nyata terhadap pertumbuhan jumlah daun, jumlah anakan dan panjang akar berpengaruh tidak nyata terhadap parameter tinggi tanaman, volume akar. Perlakuan tinggi bibit berpengaruh tidak nyata terhadap tinggi tanaman, jumlah daun, jumlah anakan, panjang akar, volume akar pada tanah salin. In- teraksi antara dosis pupuk NPK 16:16:16 dan tinggi bibit berpengaruh tidak nyata ter- hadap tinggi tanaman, jumlah daun, jumlah anakan, panjang akar, volume akar pada tanah salin.