Jumlah siswa pengidap epilepsi di Indonesia berdasarkan rekam medis pasien epilepsi rawat inap di RSUD Al-Ihsan pada tahun 2018-2019 yaitu 8,2 per 1000 penduduk dengan kejadian mencapai 50 per 100.000 penduduk Indonesia sebanyak 1, 8 juta penderita epilepsi memerlukan pengobatan. Sementara dampak epilepsi pada fungsi kognitif dapat membuat siswa kesulitan belajar serta menurunkan kualitas hidup dalam jangka waktu yang cukup lama. Oleh karena itu, penelitian ini bertujuan untuk mengetahui bagaimana manajemen epilepsi pada siswa berdasarkan jenis gangguan kognitif yang dapat diimplementasikan oleh guru pada jenjang sekolah dasar. Metode penelitian yang digunakan adalah metode narrative review. Pencarian literatur elektronik dilakukan untuk mengidentifikasi jurnal-jurnal yang sudah terbit dari tahun 2012 hingga 2021 yang membahas manajemen epilepsi di sekolah. Database elektronik yang digunakan adalah ScienceDirect, BMJ, Wiley, Nasen, Springer, Cambridge, dan BJPsych. Terdapat 10 jurnal penelitian yang sesuai dengan kriteria pada penelitian review ini. Berdasarkan hasil review jurnal penelitian bahwa manajemen epilepsi dengan gangguan kognitif dapat dilakukan rehabilitasi kognitif bukan untuk memulihkan seperti sediakala namun lebih kepada pencegahan kerusakan kognitif yang semakin parah. Epilepsi dapat menyebabkan penurunan fungsi kognitif, namun kerusakan kognitif yang lebih parah pada epilepsi dapat dicegah dengan melakukan berbagai aktivitas dan rehabilitasi kognitif. Manajemen epilepsi yang dapat dilakukan guru yaitu dengan pelatihan manajemen epilepsi oleh tenaga kesehatan ahli dan menyediakan buku pedoman manajemen epilepsi.Kata kunci: manajemen epilepsi, siswa SD, gangguan kognitif