This Author published in this journals
All Journal JURNAL MISIONER
Sarce Lu’pi
Institut Agama Kristen Negeri Toraja

Published : 1 Documents Claim Missing Document
Claim Missing Document
Check
Articles

Found 1 Documents
Search

ANALISIS KONSEP MANTUNU DALAM UPACARA RAMBU SOLO’ SEBAGAI PEMBENTUK ETOS KERJA ANAK USIA DINI DI KECAMATAN SESEAN, TORAJA UTARA Yanni Paembonan; Sarce Lu’pi; Ema Ema
Misioner Vol 3 No 1 (2023)
Publisher : SEKOLAH TINGGI TEOLOGI KIBAID

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar

Abstract

Abstract. This aims to analyze concept of mantunu in the Rambu Solo’ as a shaper of early childhood work ethic in Sesean, North Toraja. The method used is qualitative to complete the information according to the problem being studied. Parents say that: when parents die "many children, there are more burnt victims ". A paradoxical concept, about the presence of the child in the family as a "money maker". Parents educate their children from their culture. The results of study show that practice of mantunu is part of a life pattern that is ingrained in life of Toraja people specifically in traditional area of Sesean. The concept of mantunu is seen as an act of motivation to children to be hardworking, tenacious, diligent and diligent. Work ethic seen as content of character education in family, which makes parents open to various changes and seeks change the child's life through education. Abstrak. Penelitian ini bertujuan untuk menganalisis konsep mantunu dalam upacara rambu solo’ sebagai pembentuk etos kerja anak usia dini di Kecamatan Sesean, Toraja Utara. Metode yang digunakan adalah kualitatif untuk merampungkan informasi sesuai dengan masalah yang dikaji.Orangtua mengatakan bahwa: ketika orangtua meninggal “banyak anak, maka makin banyak korban bakaran (tunuan)”. Ini merupakan sebuah konsep yang bersifat paradoks, tentang kehadiran anak dalam keluarga sebagai “penghasil uang”. Orangtua mendidik anak-anak mereka dari budaya yang mereka anut. Hasil dari penelitian memperlihatkan bahwa praktik mantunu merupakan bagian dari pola kehidupan yang sudah mendarah daging dalam kehidupan orang Toraja secara khusus di wilayah adat Kecamatan Sesean. Konsep mantunu dipandang sebagai tindakan motivasi kepada anak-anak untuk menjadi pekerja keras, ulet, rajin dan tekun. Etos kerja dipandang sebagai muatan pendidikan karakter dalam keluarga, yang menjadikan orangtua terbuka terhadap berbagai perubahan dan berusaha untuk mengubah kehidupan anak melalui pendidikan.