Penelitian ini bertujuan untuk menguji peran keragaman gender dalam memoderasi pengaruh corporate governance, financial distress, dan pengungkapan CSR terhadap penghindaran pajak. Purposive sampling digunakan untuk mengumpulkan data dari 65 sampel dan 390 observasi dari tahun 2014 hingga 2019 pada perusahaan sektor manufaktur yang diperdagangkan di Bursa Efek Indonesia. Hasil pengujian membawa kita pada kesimpulan sebagai berikut: (1) kesulitan keuangan secara signifikan meningkatkan penggelapan pajak; dan (2) tata kelola perusahaan yang diwakili oleh komisaris independen menurunkan penggelapan pajak secara signifikan. Komite audit dan pengungkapan CSR, dua pilar tata kelola perusahaan, memiliki dampak yang dapat diabaikan terhadap penghindaran pajak. Selain itu, pengaruh komisaris independen dan pengungkapan CSR terhadap penghindaran pajak tidak dimitigasi oleh keragaman gender. Akan tetapi, diversitas gender mampu memperlemah pengaruh positif kesulitan keuangan dan memperkuat pengaruh negatif komite audit terhadap penghindaran pajak.