Kalvin Edo Wahyudi
Universitas Pembangunan Nasional Veteran Jawa Timur

Published : 4 Documents Claim Missing Document
Claim Missing Document
Check
Articles

Found 4 Documents
Search

PENERAPAN FUN LEARNING DALAM MENINGKATKAN KREATIVITAS ANAK DI SD NEGERI MUNENG KIDUL DAN SD NEGERI MUNENG LERES 3 Kalvin Edo Wahyudi; Maritza Ramadhani Raharjo; Laili Audrey Maharani; Monica Jasmine Putri Arini; Rafli Maulana; Rizqi Ayu Novitasari Untoro
KARYA: Jurnal Pengabdian Kepada Masyarakat Vol 3 No 2 (2023): KARYA: Jurnal Pengabdian kepada Masyarakat
Publisher : FKIP Universitas Samawa

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar

Abstract

Pendidikan yang baik menciptakan sumber daya manusia yang unggul guna memajukan bangsa. Semakin tinggi kualitas pendidikan di suatu negara, maka semakin maju negara tersebut. Sebaliknya, semakin buruk sistem pendidikan di suatu negara, maka negara tersebut akan mengalami kemunduran. Melalui program Kuliah Kerja Nyata Tematik Merdeka Belajar Kampus Merdeka (KKN-T MBKM) bentuk pengabdian kepada masyarakat dilaksanakan melalui kegiatan 56 Mengajar. Kegiatan tersebut hadir untuk membangun pendidikan di Indonesia yang lebih berkualitas dan berorientasi pada ilmu pengetahuan dan teknologi. Metode yang digunakan untuk memecahkan permasalahan dalam pengabdian dilakukan melalui tiga tahap: 1) tahap survei lapangan, 2) tahap pelaksanaan, dan 3) tahap evaluasi. Dari hasil pelaksaan kegiatan, dapat disimpulkan bahwa kegiatan ini dapat membantu para siswa-siswi SD Negeri Muneng Kidul dan SD Negeri Muneng Leres 3 untuk menambah kreativitas dan kemampuan berbahasa inggris.
PENYULUHAN KESEHATAN PADA IBU HAMIL SEBAGAI UPAYA PENCEGAHAN STUNTING DI DESA MUNENG KIDUL PROBOLINGGO Kalvin Edo Wahyudi; Sephia Abidah Ardelia; Windy Nur Ramadhina; Sandrina Della Vivia; Kamila Sholekah; Aisyah Nur Azizah; Maritza Ramadhani Raharjo
KARYA: Jurnal Pengabdian Kepada Masyarakat Vol 3 No 2 (2023): KARYA: Jurnal Pengabdian kepada Masyarakat
Publisher : FKIP Universitas Samawa

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar

Abstract

Stunting merupakan salah satu penyakit yang masih sering terjadi pada negara berkembang salah satunya Indonesia. Ada banyak potensi yang menyebabkan terjadinya stunting di Indonesia. Salah satunya ialah faktor status gizi yang dimiliki oleh seorang ibu. Kemudian praktik pemberian ASI pada buah hati juga merupakan salah satu faktor penyebab stunting. Selain itu, pemberian makanan pendamping ASI, sistem pangan, perawatan kesehatan serta air dan sanitasi yang digunakan juga merupakan faktor penentu anak akan mengalami stunting atau tidak. Mahasiswa UPN Veteran Jawa Timur Kelompok 56 di tempatkan di Desa Muneng Kidul Kecamatan Sumberasih, Kabupaten Probolinggo. Metode yang digunakan untuk memecahkan permasalahan dalam pengabdian dilakukan melalui tiga tahap: 1) tahap survei lapangan, 2) tahap pelaksanaan, dan 3) tahap evaluasi. Kegiatan pengabdian masyarakat pada kali ini dilaksanakan melalui kegiatan edukasi gizi dan kelas memasak bagi ibu balita sebagai upaya menekan angka kejadian stunting di Balai Desa Muneng. Tujuan dari kegiatan ini adalah sebagai salah satu bentuk upaya untuk menurunkan angka stunting di Desa Muneng dengan meningkatkan pengetahuan dan keterampilan ibu dalam memberikan pola asuh yang baik bagi anak.
Innovation of the “Tumbas” marketplace: Policy network analysis in the empowerment of small and medium industries in Mojokerto Regency Tsabitah Mariyah Dwiyanti; Kalvin Edo Wahyudi
Satwika : Kajian Ilmu Budaya dan Perubahan Sosial Vol. 9 No. 2 (2025): October
Publisher : Universitas Muhammadiyah Malang

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.22219/satwika.v9i2.40812

Abstract

Empowering Small and Medium Enterprises (SMEs) through a policy network approach has rarely been studied in depth, particularly in the context of marketplace innovation. This study examines how policy networks contribute to SME empowerment through the "Tumbas" marketplace innovation in Mojokerto Regency. Using a descriptive qualitative approach and Waarden's (1992) seven-dimensional framework of policy networks, this study involved in-depth interviews, observation, and documentation. The results indicate that the "Tumbas" policy network has actors and functions, a collaborative structure, strong institutionalization, functional rules of action, and complementary actor strategies. The Department of Industry and Trade is central to decision-making, while other actors support an inclusive digital ecosystem. Performance achievements exceed targets, reflecting the policy network's success in supporting technology-based local economic empowerment policies. The novelty of this study lies in its comprehensive policy network analysis of regional marketplace innovation, particularly "Tumbas," and in its practical implications for replicating collaborative policy models in other regions.   Pemberdayaan Industri Kecil dan Menengah (IKM) melalui pendekatan jaringan kebijakan masih jarang dikaji secara mendalam, khususnya dalam konteks inovasi lokapasar. Penelitian ini mengkaji bagaimana jaringan kebijakan berkontribusi dalam pemberdayaan IKM melalui inovasi lokapasar “Tumbas” di Kabupaten Mojokerto. Menggunakan pendekatan kualitatif deskriptif dan kerangka tujuh dimensi jaringan kebijakan dari Waarden (1992), penelitian ini melibatkan wawancara mendalam, observasi, dan dokumentasi. Hasil penelitian menunjukkan bahwa jaringan kebijakan “Tumbas” memiliki aktor dan fungsi, struktur kolaboratif, pelembagaan yang kuat, aturan bertindak yang fungsional, serta strategi aktor yang saling melengkapi. Disperindag berperan sentral dalam pengambilan keputusan, sementara aktor lain mendukung ekosistem digital yang inklusif. Capaian kinerja menunjukkan yang melebihi target, mencerminkan keberhasilan jaringan kebijakan dalam mendukung kebijakan pemberdayaan ekonomi lokal berbasis teknologi. Kebaruan dari penelitian ini terletak pada analisis jaringan kebijakan secara komprehensif terhadap inovasi lokapasar daerah khususnya “Tumbas”, serta memberikan implikasi praktis bagi replikasi model kebijakan kolaboratif di wilayah lain.
Strategi Dinkominfo Kota Surabaya Dalam Meningkatkan Digital Literacy Untuk Mendukung Smart City [Strategy of Surabaya City Communication and Information Department in Improving Digital Literacy to Support Smart City] Moch. Andre Firmansyah; Kalvin Edo Wahyudi
Spirit Publik: Jurnal Administrasi Publik Vol 19, No 2 (2024)
Publisher : Universitas Sebelas Maret

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.20961/sp.v19i2.82018

Abstract

Digital literacy is an important element for the people of Surabaya City in facing the digital era like today. Digital literacy can provide easier access to information. With the ability to access and evaluate information online, people can get news, research or other resources more quickly. Digital literacy can also help people recognize potential security risks such as online fraud and hoax news. Therefore, efforts to increase digital literacy in the people of Surabaya City are very important so that they can take full advantage of the digital era and can overcome the challenges that arise wisely. This research aims to describe the strategy of the Surabaya City Communication and Informatics Service (Dinkominfo) in improving digital literacy community to support smart city. The research method adopted is descriptive qualitative using data collection techniques through observation, interviews, and documentation. The theory on which this research is based is the SOAR (Strengths, Opportunities, Aspirations, Results) analysis model. The results of the research show that the strategies applied in improving community digital literacy to support the smart city concept in Surabaya City, among others 1) Strengths, namely the Communication and Informatics Department has a program Broadband Learning Center (BLC), has many relationships in making the digital literacy program a success, has supporting facilities and infrastructure. 2) Opportunities are carried out by utilizing social media as a forum for educating the public regarding digital literacy, collaborating with stakeholders such as collaborating with educational institutions and related agencies. 3) Aspirations responded by providing supporting facilities for digital literacy improvement programs such as computers and instructors, completing facilities and conducting evaluations. 4) The perceived results are that people can understand the pillars of digital literacy, supporting facilities and infrastructure so that people become comfortable in learning about information and communication technology