Fenomena yang menarik manakala kita membicarakan tentang sampah yang menumpukdan berserakan ditengah Kota yang seharusnya bersih dari sampah, berbagai pihak salingmelempar tanggung jawab, Pemerintah beralasan ; armada angkutan tidak memadai, lahantempat pembuangan sampah sudah semakin sempit, tenaga kerja kurang mendapatperhatian, sedangkan masyarakat beranggapan bahwa Pemerintah lah yang harusbertanggung jawab karena kami sudah membayar retribusi sampah. Analisa yang dilakukandalam penelitian ini, menitikberatkan pada perencanaan, pengorganisasian, pengawasan,evaluasi dan pengendalian pada kegiatan masyarakat terutama bagaimana penanganansampah dilakukan, sehingga tujuan yang ditetapkan yakni Kota yang bersih dan indah dapatterwujud. Metode yang digunakan dalam penelitian ini adalah dengan melakukanpengamatan langsung terhadap obyek (observasi), melakukan wawancara secara terstrukturdengan para pedagang dan masyarakat serta menyebarkan instrumen kuesioner, kemudiandata yang telah dihimpun dianalisa dengan menggunakan statistik parametrik.Dari hasilanalisis yang dilakukan, menyatakan bahwa secara signifikan perilaku masyarakatmempengaruhi kondisi kebersihan Kota, selain itu juga faktor perencanaan denganpelaksanaan yang merupakan kewenangan Pemerintah tidak optimal.Penerapan fungsimanajemen (perencanaan, pengorganisasian, pengawasan, evaluasi dan pengendalian)merupakan solusi yang tepat dalam pengelolaan sampah perkotaan yang semestinya dapatdilakukan oleh Pemerintah Daerah, seperti salah satu pengorganisasian terhadap pemulungyang dapat berfungsi sebagai tenaga kebersihan.