Sumatera Utara merupakan provinsi dengan kasus positif tertinggi di Indonesia. Petugas covid-19 melakukan tindakan, kontak langsung dengan pasien covid-19 dan bekerja di ruang isolasi, harus juga menjaga jarak dengan keluarga dan teman agar tidak tertular dan menulari, mulai merasakan gangguan kesehatan mental stress dan kecemasan. Penelitian ini bertujuan untuk mengetahui hubungan pengetahuan, sikap, tindakan dengan terhadap kejadian anxiety pada petugas covid-19 di kabupaten tapanuli selatan tahun 2020. Jenis penelitian crossectional Populasi dalam penelitian ini adalah seluruh tim covid-19 setiap puskesmas di Kabupaten tapanuli Selatan, yang menjadi total sampling dalam penelitian ini sebanyak 80 orang. Data dikumpulkan melalui rekam medik dan wawancara dengan menggunakan kuesioner. Data dianalisis secara univariat, bivariat dengan menggunakan uji Chi-Square pada taraf kepercayaan 95% (P<0,05) . Hasil penelitian menunjukkan uji statistik hasil variabel independen Umur diperoleh nilai Sig 1,000 < p: 0,05, Jenis Kelamin diperoleh nilai Sig 0,623 < p: 0,05, Pendidikan terakhir diperoleh nilai Sig 0,329 < p: 0,05, Status pernikahan diperoleh nilai Sig 0,832 < p: 0,05, lama bekerja diperoleh nilai Sig 0,632 < p: 0,05 berarti tidak ada hubungan yang signifikan variabel independen dengan dependen. Variabel yang ada hubungan dengan kejadian anxiety yaitu Pengetahuan, sikap dan tindakan, dengan nilai p<0,05. Pemerintah Kabupaten Tapanuli Selatan melalui Dinas Kesehatan Kabupaten Tapanuli Selatan diharapkan meningkatkan program pelatihan terhadap tim covid-19. Puskesmas se Kabupaten Tapanuli Selatan diharapkan meningkatkan peran petugas kesehatan khususnya membuat pelayanan psikology dan pendampingan psikologi petugas tim covid-19.