Naomi Esthernita F. Dewanto
Program Studi Sarjana Kedokteran, Fakultas Kedokteran Universitas Tarumanagara Jakarta

Published : 1 Documents Claim Missing Document
Claim Missing Document
Check
Articles

Found 1 Documents
Search

GAMBARAN KEJADIAN KONSTIPASI PADA BAYI 2 – 6 BULAN YANG BELUM MPASI Sherina Sherina; Naomi Esthernita F. Dewanto
Jurnal Kesehatan Tambusai Vol. 4 No. 2 (2023): JUNI 2023
Publisher : Universitas Pahlawan Tuanku Tambusai

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.31004/jkt.v4i2.14873

Abstract

Konstipasi merupakan masalah kesehatan yang ditandai dengan gangguan pencernaan seperti kesulitan buang air besar, feses yang besar dan keras terkadang disertai nyeri. Salah satu faktor risiko terjadinya konstipasi adalah bayi yang tidak diberikan ASI secara eksklusif sampai berusia 6 bulan. Asi eksklusif merupakan salah satu cara agar bayi terlindung dari penyakit seperti konstipasi. Konstipasi menjadi masalah kesehatan pada bayi yang terjadi salah satunya oleh pengaruh makanan yang dikonsumsi bayi seperti ASI eksklusif dan susu formula. Tujuan penelitian ini adalah untuk mengetahui prevalensi kejadian konstipasi pada bayi usia 2 – 6 bulan yang mengonsumsi ASI eksklusif, susu formula, dan kombinasi keduanya. Desain penelitian ini merupakan deskriptif cross sectional. Pemilihan sampel diambil berdasarkan populasi terjangkau dan memenuhi kriteria inklusi. Sampel penelitian ini adalah bayi berusia 2 – 6 bulan yang berkunjung ke Posyandu Cikarang Utara. Variabel bebas penelitian ini adalah ASI eksklusif, susu formula, dan kombinasi keduanya, sedangkan variabel tergantung penelitian ini adalah konstipasi. Alat untuk pengumpulan data menggunakan kuesioner. Metode analisis data menggunakan software SPSS. Hasil penelitian menunjukkan 18 bayi dari total 61 bayi mengalami konstipasi (29,5%). Prevalensi kejadian konstipasi pada bayi yang mengonsumsi ASI eksklusif sebanyak 5 bayi dari 29 bayi (17,2%), susu formula sebanyak 9 bayi dari 20 bayi (45%) dan kombinasi keduanya sebanyak 4 bayi dari 12 bayi (33,3%), dan seluruh bayi yang konstipasi mengalami konstipasi ringan (26,5%). Bayi yang diberikan susu formula lebih meningkatkan risiko terkena konstipasi. Hal ini menandakan bahwa ASI eksklusif menjadi makanan yang paling ideal bagi bayi karena berisi zat gizi yang berguna untuk melindungi tubuh bayi dari penyakit seperti konstipasi.