Windi Dwi Saputri
Jurusan Seni Teater Fakultas Seni Pertunjukan, Institut Seni Indonesia Padangpanjang

Published : 1 Documents Claim Missing Document
Claim Missing Document
Check
Articles

Found 1 Documents
Search

Analisis Pertunjukan Ampon Yan “Taron” Teater Kosong Banda Aceh Dwi Setiawan; Lara Puspita; Opyanda Riska; Anggun Ramadhani; Windi Dwi Saputri
Bercadik: Jurnal Pengkajian dan Penciptaan Seni Vol 6, No 1 (2022): Bercadik: Jurnal Pengkajian dan Penciptaan Seni
Publisher : Institut Seni Indonesia Padang Panjang

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.26887/bcdk.v6i1.3728

Abstract

Teater kosong adalah komunitas teater banda aceh yang menekuni teater,sastra, dan musik. Teater kosong didirikan tahun 1993 salah satu produksinya adalah Ampon Yan dengan naskah "taron" Ampon Yan adalah satu bentuk teater komedi modren khas aceh  yang mengawinkan kaedah teater rakyat dengan kaedah teater barat. Komedi Ampon Yan (KAY) digagas oleh teuku yanuarsyah dan menjadi salah satu produksi teater kosong banda aceh.Penciptaan naskah dan karya teater ini merupakan cerita lakon yang memberikan informasi sosial politik serta pendidikan yg menghibur. Naskah taron juga membahas tentang Kondisi ekonomi negara yg sedang terpuruk akibat pandemi covid 19 dan perilaku  korupsi para pejabatnya, ingin dimanfaatkan oleh negara asing untuk menjalankan politik ekonomi rentenirnya  sebagai alat jebakan (taron) melalui peminjaman Anggaran besar yg berkedok kerjasama investasi eksploritasi  tambang dan proyek inprastruktur. Metode dalam mencipatakan karya ini menggunakan cerita yang mayoritas masyarakat merasakan dan mengalaminya, menciptakan dialog dan adegan yang mudah dipahami dan interaksi dengan penonton menjadi hal penting dalam karya ini. Sutradara, pemusik, aktor dan tim pendukung melakukan diskusi dan pencarian yang kemudian dipadukan sehingga menghasilakan karya yang sesuai dengan tempat mereka menampilkan naskah "taron"