Tindakan menggunakan atau membelanjakan nilai barang atau manfaat dikenal sebagai konsumsi. Istilah konsumsi digunakan dalam studi ekonomi untuk merujuk pada aktivitas apa pun yang terdiri dari menggunakan dan membelanjakan manfaat barang atau manfaat untuk tujuan memuaskan kebutuhan seseorang agar dapat terus hidup. Jadi, tujuannya bukan hanya untuk memberikan kesenangan atau kepuasan, tetapi untuk mengkonsumsi barang atau jasa hanya karena melakukan fungsi yang sesuai. Dengan kemajuan waktu, penampilan fisik menjadi elemen penting bagi wanita. Semua wanita menggunakan kosmetik untuk kulit dan wajah setiap hari. Produk kecantikan kekinian semakin bervariasi jenisnya, sehingga menimbulkan ketegangan di bidang industri kosmetik. Penelitian deskriptif dipilih. Untuk menemukan jawaban atas rumusan masalah dan mengklarifikasi fenomena dengan bantuan sudut pandang ekonomi. Untuk memastikan efektivitas penelitian, penelitian mengacu dengan literatur termasuk buku atau artikel yang terkait dengan topik tersebut. Lokasi penelitian adalah Universitas Islam Negeri Sumatera Utara. Wawancara terstruktur, observasi dan wawancara mendalam digunakan untuk mengumpulkan data. Beberapa kriteria informan yang dipilih oleh peneliti antara lain mahasiswi UINSU berusia 19-20 menggunakan produk kosmetik wajah saat berkuliah atau dari mahasiswi menggunakan kosmetik riasan sekaligus juga menggunakan kosmetik perawatan. Beberapa dari mereka menganggap penggunaan kosmetik sebagai kebutuhan yang sangat diperlukan, sementara yang lain menganggapnya sebagai kebutuhan sekunder atau aksesori. Ada banyak alasan mengapa mahasiswi menggunakan kosmetik. Beberapa melakukannya karena kesehatan mereka, yang lain karena kecantikan mereka, dan yang lain karena kosmetik telah tren diberbagai kalangan. Kosmetika sangat penting bagi mahasiswi, karena jika tidak, mereka tidak merasa yakin dengan penampilan mereka. Menurut teori konsumsi islam, ketika membeli kosmetik harus mempertimbangkan kualitas dan halalitas produk, serta kuantitas yang digunakan untuk menghindari membuat tabzir atau mubazir, yang berarti menggunakan barang-barangnya secara tidak perlu. Oleh karena itu, zat yang dikonsumsi tidak ilegal. Selain itu, mereka terus membeli kosmetik baru bahkan jika kosmetik lama masih ada di dalamnya, yang menunjukkan perilaku tabzir. Saat ini, mahasiswi lebih percaya diri dengan gaya hidup mereka sendiri dengan menggunakan kosmetik di wajah mereka, baik dari segi fashion maupun perawatan. Produk yang digunakan oleh mahasiswi juga bervariasi tergantung pada jenis dan warna kulit mereka. Ketika datang untuk memilih merek makeup, mahasiswi sangat berhati-hati. Mahasiswi juga sangat berhati-hati dalam memilih produk berdasarkan harganya.