Malia Fransisca
UIN Prof. K.H. Saifuddin Zuhri Purwokerto

Published : 2 Documents Claim Missing Document
Claim Missing Document
Check
Articles

Found 2 Documents
Search

Analisis Semantik pada Kata “Afnān”: Kajian Mikro Linguistik Arab terhadap Surah al-Rahman Ayat 48 Malia Fransisca
JILSA (Jurnal Ilmu Linguistik dan Sastra Arab) Vol. 7 No. 1 (2023): APRIL (Special Issue)
Publisher : Fakultas Adab dan Humaniora UIN Sunan Ampel Surabaya

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.15642/jilsa.2023.7.1.99-106

Abstract

Surah al-Rahman is one of the surahs in the Qur'an which has its own uniqueness, namely that there is 1 verse that is repeated up to 31 times, namely the verse that reads "fabi'ayyi alaa'i robkumuma tukadzdziban". It turns out that not only this verse, the researcher will also describe other uniqueness in this paper related to the word "afnān" which in translation means trees and fruits. Referring to the meaning of the dictionary, it is irrelevant, so the researcher uses a library research approach, in this case interpretation. This writing method uses qualitative methods. This study was analyzed using micro-study of Arabic linguistics (language), namely semantics. The result of this paper is that the word "afnān" contained in Surat al-Rahman verse 48 literally means branch, color, art. Meanwhile, Tafsir Ibn Kathir and al-Wajiz explained that the meaning of the word "afnān" is the colorful fruits or several branches that have very many fruits. Meanwhile, Tafsir Jalalain explains that the meaning of the word "afnān" is raindrops or the ruins of a house. So, from these two explanations we can conclude that there are differences in the meaning of the word "afnān" in terms of quality and quantity.
PERKEMBANGAN PERSYARIKATAN MUHAMMADIYAH DI DESA BANDINGAN DAN GUMIWANG KECAMATAN KEJOBONG KABUPATEN PURBALINGGA Munazah Uji Rinasti; Malia Fransisca
JAMBE: Jurnal Sejarah Peradaban Islam Vol. 3 No. 2 (2021): JAMBE: Jurnal Sejarah Peradaban Islam
Publisher : Jurusan Sejarah Peradaban Islam Fakultas Adab dan Humaniora UIN Sulthan Thaha Saifuddin Jambi

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar

Abstract

Penelitian ini dilakukan karena melihat sebuah kenyataan bahwa dalam sebuah masyarakat yang jumlah penduduknya didominasi oleh orang-orang muslim tidak menjadi jaminan bahwa masyarakat tersebut mempunyai pengetahuan mengenai agama Islam yang tinggi, seperti halnya kondisi masyarakat di Desa Bandingan dan Gumiwang yang masih meyakini ritual kejawen seperti; tujuh bulanan ibu hamil, empat puluh hari mengenang orang meninggal dan tradisi yang lainnya. Padahal di dalam Muhammadiyah tidak pernah diajarkan untuk mempercayai dan melakukan ritual tersebut. Dengan masuknya Muhammadiyah di kedua desa tersebut, diharapkan nantinya secara bertahap masyarakat mampu dalam menjalankan syari'at Islam tanpa adanya praktik takhayul, bid’ah, dan khurafat sebagaimana tujuan Muhammadiyah. Penelitian ini bertujuan untuk mengetahui sejarah berdiri, tokoh-tokoh yang berperan, dan strategi dakwah Muhammadiyah di Desa Bandingan dan Desa Gumiwang Kecamatan Kejobong Kabupaten Purbalingga. Hasil penelitian ini menunjukkan bahwa Muhammadiyah mulai masuk ke wilayah Bandingan dan Gumiwang berawal dari masyarakat ke dua desa yang mengikuti kegiatan pengajian di Daerah Kecamatan Bukateja Kabupaten Purbalingga pada tahun 1960-an. Metode yang digunakan adalah metode penelitian sejarah. Tahapan kerja yang dilakukan pada penelitian ini terdiri dari pemilihan topik, pengumpulan sumber data, teknik pengumpulan data, verifikasi data, interpretasi dan penulisan.