Claim Missing Document
Check
Articles

Found 3 Documents
Search

Penggunaan Media Film Untuk Meningkatkan Minat Belajar Siswa Dalam Pembelajaran Akhlak Di Sekolah Dasar Pangkalan Kerinci Wardi Wardi; Al Afif Hazmar; Rian Vebrianto
Journal of Innovative and Creativity Vol. 6 No. 1 (2026)
Publisher : Fakultas Ilmu Pendidikan Universitas Pahlawan Tuanku Tambusai

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.31004/joecy.v6i1.7301

Abstract

Moral Education in Elementary Schools requires learning media that can attract students’ interest. One of the media that can be used is film, as it presents moral values in a visual and contextual manner. This study aims to examine the validity and practicality of film media in increasing students’ learning interest in Moral Education at elementary schools. This research employs a Research and Development (R&D) method using the ADDIE model, limited to the analysis, design, and development stages. The research instruments include expert validation sheets and practicality questionnaires for teachers and students. The results indicate that film media falls into the very valid category based on assessments from content and media experts, and is very practical based on responses from teachers and students. Therefore, film media is appropriate to be used in Moral Education to enhance elementary students’ learning interest.
Pelaksanaan Pendidikan Agama Oleh Orang Tua dan Kaitannya dengan Akhlak Anak Al Afif Hazmar; Rizqa Hazmar; Marlian Marlian
Kreatifitas Jurnal Ilmiah Pendidikan Islam Vol. 11 No. 2 (2022): Kreatifitas: Jurnal Ilmiah Pendidikan Islam
Publisher : Pendidikan Agama Islam Institut Agama Islam Diniyyah Pekanbaru

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.46781/kreatifitas.v11i2.439

Abstract

Penelitian ini bertujuan untuk mengetahui sejauh mana keterkaitan antara pelaksanaan pendidikan agama yang dilakukan oleh orang tua dengan akhlak anak. Lingkungan keluarga (orangtua) merupakan pusat pendidikan yang pertama dan utama bagi anak. Orangtua adalah orang yang paling bertanggung jawab terhadap masa depan anak-anak mereka. Orangtua adalah pendidik pertama, utama dan kodrat[1]. Merekalah yang melahirkan, merawat, membiayai, dan terlebih mendidik anak-anak mereka. Mereka juga yang akan mengambil setiap keputusan bagi si anak sebelum anak itu bisa mengambil keputusan sendiri. Penelitian ini merupakan penelitian deskriptif kualitatif, karena bermaksud menggambarkan, mengungkapkan dan menjelaskan pemanfaatan media pembelajaran serta keterkaitannya dengan prestasi belajar siswa. Penelitian ini menggunakan pendekatan kualitatif deskriptif, dengan metode Library Research. Sumber primer yang digunakan adalah beberapa hasil penelitian yang berkaitan dengan topik pembahasan dalam penelitian ini. Serta beberapa sumber sekunder, seperti buku, surat kabar baik cetak maupun digital. Analisis data dengan menggunakan metode Content analysis, berdasarkan tahapan Klaus Krippendorff yaitu unitizing, sampling, recording, reducing, abductively inferring, dan narrating. Hasil penelitian menunjukkan bahwa Pendidikan Agama Islam dimaksudkan untuk meningkatkan potensi spiritualitas dan membina kepribadian siswa agar menjadi manusia yang beriman dan bertaqwa kepada Allah swt, serta berakhlak mulia, aktif membangun peradaban dan keharmonisan kehidupan, khususnya dalam memajukan peradaban bangsa yang bermartabat. Pendidikan Agama Islam yang diberikan oleh orangtua diharapkan dapat menjadi pelajaran tersendiri bagi siswa, sehingga materi yang diberikan di sekolah tidak hanya menjadi pengetahuan saja, melainkan ikut membentuk sikap dan kepribadian siswa agar siswa memiliki akhlak yang mulia bagi lingkungan sekitarnya, khususnya dalam hubungannya dengan sesama manusia.
Aktivitas Projek Penguatan Profil Pelajar Pancasila dalam Membentuk Toleransi antar Agama pada Mata Pelajaran Pendidikan Agama Islamdi SMKN 1 Kuala Cenaku Al Afif Hazmar; Annisa Indah Saputri
AL-FIKRA Vol 23 No 2 (2024): Al-Fikra : Jurnal Ilmiah Keislaman
Publisher : Program Pascasarjana Universitas Islam Negeri Sultan Syarif Kasim Riau

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar

Abstract

Penerapan kurikulum merdeka dalam kegiatan projek penguatan profil pelajar Pancasila sangat penting dalam membentuk toleransi antar agama. Seperti di sekolah SMKN 1 Kuala Cenaku, guru pendidikan agama Islam menerapkan projek penguatan profil pelajar Pancasiladengan menggunakan elemen pertama: beriman, bertakwa, kepada Tuhan Yang Mahsa Esa, dan berakhlak mulia, dengan elemen kuncinya: akhlak beragama, akhlak pribadi, akhlak kepada manusia. Melalui kegiatan projek penguatan profil pelajar Pancasila peserta melaksanakan projek poster anti bullying dan anti tindakan intoleransi. Tujuan dari penelitian ini adalah: 1) mendeskripsikan pelaksanaan projek penguatan profil pelajar Pancasila di SMKN 1 Kuala Cenaku. 2) Mendeskripsikan aktivitas Projek penguatan profil pelajar Pancasila dalam membentuk toleransi antar agama pada mata pelajaran pendidikan agama Islam di SMKN 1 Kuala Cenaku. Metode penelitian yang digunakandalam penulisan ini adalah metode kualitatif, dengan jenis kualitatif deskriptif. Tempat penelitian dilakukan di SMKN 1 Kuala Cenaku. Informan penulisan ini adalah guru pendidikan agama Islam, wakil kurikulu guru dan kepala sekolah SMKN 1 Kuala Cenaku.Teknik pengumpulan data yang digunakan dalam penulisan ini adalah data observasi,wawancara dan dokumentasi. Teknik analisa data yang digunakan adalah reduksi data (data reduction), penyajian data (data display) dan penarikan kesimpulan atau verifikasi (Conclusion drawing/verification). Hasil dari penelitian ini, diantaranya: 1)Projek penguatan profil pelajar Pancasila di SMKN 1 Kuala Cenaku berjalan dengan baik dan sangat efektif. Tindakan peserta didik yang sudah mencerminkan sebagai pelajar pancasila seperti. 2) Aktivitas yang dilakukan oleh guru pendidikan agama Islam dalam membentuk toleransi antar agama sudah sangat menunjang terwujudnya toleransi antar agama di SMKN 1 Kuala Cenaku, dengan cara: a) Memberikan contoh kepada peserta didik b) Memberikan memberikan teladan. c) menegaskan agar peserta didik tidak mengganggu teman yang sedang beribadah. d) menanamkan nilai-nilai keagamaan melalui projek penguatan profil pelajar Pancasila dengan kegiatan pembuatan poster dan kuliah umum anti tindakan bullying dan anti tindakan intoleransi