Perkembangan teknologi informasi dan digitalisasi telah membawa perubahan signifikan dalam sektor transportasi. Kehadiran moda transportasi online seperti Gojek, Grab, Maxim, dan Shopee di Yogyakarta memberikan kemudahan akses, kenyamanan, dan efisiensi bagi masyarakat urban. Namun, tingkat kepuasan pengguna masih menjadi tantangan karena adanya ketidaksesuaian ekspektasi dengan realita pelayanan, waktu tunggu lama, serta kendala teknis aplikasi [1]. Untuk itu, diperlukan analisis mendalam terhadap faktor-faktor yang mempengaruhi kepuasan pengguna. Penelitian ini bertujuan untuk mengidentifikasi dan menganalisis faktor-faktor yang memengaruhi kepuasan pengguna moda transportasi online di Yogyakarta melalui integrasi model Technology Acceptance Model (TAM) dan Unified Theory of Acceptance and Use of Technology (UTAUT). Pendekatan ini dipilih karena kemampuannya menjelaskan persepsi dan perilaku pengguna terhadap teknologi secara komprehensif. Metode penelitian menggunakan pendekatan kuantitatif dengan desain explanatory sequential mixed-method. Populasi adalah pengguna aktif aplikasi transportasi online di Yogyakarta dengan menggunakan proportional stratified random sampling. Data dikumpulkan melalui kuesioner berbasis skala Likert dan wawancara terarah. Analisis data dilakukan menggunakan Structural Equation Modeling (SEM) dengan software AMOS untuk menguji hubungan antar variabel TAM dan UTAUT. Hasil pengujian dari 13 hipotesis menggunakan Structural Equation Modeling (SEM) dengan software AMOS, menunjukkan sebanyak 9 hipotesis diterima (signifikan) dan 4 hipotesis ditolak (tidak signifikan). Secara umum, model integrasi TAM dan UTAUT terbukti mampu menjelaskan sebagian besar faktor yang memengaruhi kepuasan pengguna dan niat penggunaan layanan transportasi online, terutama melalui peran signifikan variabel seperti Attitude Toward Using (ATU), Social Influence (SI), Perceived Ease of Use (PEOU), Effort Expectancy (EE), Behavioral Intention (BI), dan Performance Expectancy (PE). Hasil penelitian ini menegaskan bahwa faktor emosional, persepsi kemudahan, pengalaman penggunaan, dan tekanan sosial memiliki peran yang lebih besar dalam membentuk kepuasan serta niat pengguna dibandingkan pertimbangan rasional seperti manfaat fungsional atau kesiapan infrastruktur pendukung. Oleh karena itu, penyedia layanan transportasi online disarankan untuk memprioritaskan penyederhanaan antarmuka, pengelolaan ekspektasi, serta pemanfaatan pengaruh sosial dalam strategi pemasaran, daripada sekadar menambah fitur teknis atau menonjolkan efisiensi operasi