Lusiawati Lusiawati
Fakultas Ekonomi dan Ilmu Sosial UIN Suska Riau

Published : 3 Documents Claim Missing Document
Claim Missing Document
Check
Articles

Found 3 Documents
Search

Pengaruh Faktor Fundamental dan Makro Ekonomi terhadap Harga Saham Subsektor Pertambangan di Bursa Efek Indonesia (BEI) Periode 2018-202 sarmila indriani; Lusiawati Lusiawati
Insight Management and Business (IMB) Vol. 1 No. 01 (2023): IMB 2023
Publisher : Institut Riset dan Publikasi Asas Nusantara.

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar

Abstract

Penelitian ini bertujuan untuk menganalisis pengaruh variabel fundamental (Price to Earning Ratio, Return on Assets, Current Ratio, Debt to Equity Ratio) dan makroekonomi (Inflasi, Kurs, Suku Bunga) terhadap harga saham pada subsektor pertambangan Coal Mining yang terdaftar di Bursa Efek Indonesia (BEI) selama periode 2018-2022. Data sekunder yang digunakan diperoleh dari laporan keuangan periode tersebut. Hasil penelitian menunjukkan bahwa secara parsial, semua variabel fundamental dan makroekonomi berpengaruh signifikan terhadap harga saham subsektor pertambangan Coal Mining. Selain itu, secara simultan, variabel fundamental dan makroekonomi juga berpengaruh signifikan terhadap harga saham. Koefisien determinasi (R²) sebesar 0,710430 mengindikasikan bahwa sebesar 71,04% variasi harga saham dapat dijelaskan oleh variabel fundamental dan makroekonomi yang diteliti, sementara sisanya sebesar 28,96% dipengaruhi oleh faktor lain yang tidak termasuk dalam penelitian ini.
Konfigurasi Multivariat Environmental, Social, dan Governance Risk dalam Membentuk Kategori ESG Risk Score: Sebuah Analisis Diskriminan Lusiawati Lusiawati
Insight Management and Business (IMB) Vol 4 No 1 (2026): IMB 2026
Publisher : Institut Riset dan Publikasi Asas Nusantara.

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar

Abstract

Penelitian ini bertujuan menganalisis kemampuan Environmental Risk, Social Risk, dan Governance Risk dalam membedakan perusahaan yang termasuk ke dalam kategori ESG Risk Score rendah, sedang, dan tinggi, serta mengidentifikasi dimensi ESG yang paling berpengaruh terhadap klasifikasi tersebut. Penelitian menggunakan pendekatan kuantitatif dengan Analisis Diskriminan Multivariat terhadap data sekunder cross-sectional tahun 2024 yang diperoleh dari Sustainalytics dengan sampel sebanyak 32 perusahaan. ESG Risk Score digunakan sebagai variabel dependen kategorikal, sedangkan Environmental Risk Score, Social Risk Score, dan Governance Risk Score sebagai variabel prediktor. Hasil penelitian menunjukkan bahwa fungsi diskriminan pertama mampu menjelaskan 99,9% variasi antar kelompok (canonical correlation = 0,908; Wilks' Lambda = 0,175; p < 0,001). Environmental Risk Score menjadi pembeda paling dominan (1,258), diikuti Social Risk Score (0,919) dan Governance Risk Score (0,525). Model mampu mengklasifikasikan 96,9% observasi secara benar, yang menunjukkan tingkat akurasi klasifikasi yang sangat tinggi. Temuan ini membuktikan bahwa pembentukan kategori risiko ESG tidak dipengaruhi secara proporsional oleh ketiga dimensi ESG, melainkan didominasi oleh dimensi lingkungan. Penelitian ini memperkaya literatur ESG melalui pendekatan klasifikasi multivariat serta memberikan implikasi praktis bagi investor dan manajemen perusahaan dalam penilaian risiko ESG.
Strategi Hijau untuk Nilai Perusahaan yang Lebih Tinggi: Analisis Green Investment, Green Innovation, dan Reputasi ESG Perusahaan di Sektor Energi Cory Afdita; Lusiawati Lusiawati; Elisanovi Elisanovi
Insight Management and Business (IMB) Vol 3 No 2 (2025): IMB 2025
Publisher : Institut Riset dan Publikasi Asas Nusantara.

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar

Abstract

Penelitian ini menelaah keterkaitan antara green investment, green innovation, dan reputasi berbasis ESG dengan nilai perusahaan pada sektor energi di Indonesia, di tengah meningkatnya perhatian terhadap isu keberlanjutan sebagai sumber penciptaan nilai. Menggunakan data perusahaan publik, studi ini berangkat dari pertanyaan sederhana: apakah strategi keberlanjutan benar-benar dibaca pasar sebagai sesuatu yang bernilai. Hasil penelitian menunjukkan bahwa green investment tidak berpengaruh signifikan terhadap nilai perusahaan yang mengindikasikan bahwa pasar belum sepenuhnya memandang investasi hijau sebagai sinyal nilai ekonomi yang kuat. Green innovation menunjukkan potensi untuk meningkatkan nilai perusahaan, tetapi pengaruh tersebut sangat bergantung pada kondisi tertentu, terutama kesiapan kapabilitas internal, dukungan teknologi, dan keselarasan dengan arah transisi energi jangka panjang. Sementara itu, reputasi berbasis ESG tidak terbukti berpengaruh terhadap nilai perusahaan, mencerminkan bahwa investor masih lebih menekankan indikator finansial tradisional dibandingkan reputasi non-keuangan. Temuan ini menegaskan bahwa keberlanjutan bukanlah jalan pintas menuju peningkatan nilai perusahaan, melainkan proses jangka panjang yang manfaat ekonominya baru terasa ketika strategi, kapabilitas, dan konteks pasar saling mendukung.