Claim Missing Document
Check
Articles

Found 1 Documents
Search

Analisis Kelayakan Dimensi Dermaga Ditinjau Berdasarkan Berth Occupation Ratio Pada Pelabuhan Ulee Lheue Banda Aceh Akmal
Jurnal Ilmiah Teknik Unida Vol. 2 No. 1 (2021): Juni
Publisher : Mitra Teknik

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | Full PDF (518.635 KB) | DOI: 10.55616/jitu.v2i1.178

Abstract

Pelabuhan Ulee Lheue berperan sebagai penghubung utama antara Pulau Sumatera ke PulauSabang melalui Kota Banda Aceh dengan 3 hingga 4 trip penyeberangan setiap harinya.Penyebrangan antar pulau ini dilayani oleh kapal cepat dan kapal lambat. Kapal cepat yaituExpress Bahari 8B, Express Bahari 2F dan Express Cantika 89. Kapal lambat yaitu KMP. TanjungBurang, KMP. Papuyu dan KMP. BRR Ketiga kapal cepat dan kapal lambat tersebut melayanirute penyebrangan dari pelabuhan ulee lheue ke Balohan atau sebaliknya. Sedangkan kapallambat KMP.Papuyu melayani rute penyebrangan dari pelabuhan Ulee Lheue menuju Lamtengdan sebaliknya. Meskipun pelabuhan Ulee Lheue sudah menyediakan beberapa jenis kapal danrute pelayaran, namun pada waktu tertentu terjadi overload penumpang karena kapasitas kapaltidak dapat menampung penumpang dan dapat menyebabkan antrian panjang di pelabuhan. Halini perlu dianalisa tingkat pemakaian dermaga pada pelabuhan. Kinerja pelabuhan ditunjukkanoleh nilai Berth Occupation Ratio (BOR) atau tingkat pemakaian dermaga, yaitu perbandinganantara jumlah waktu pemakaian tiap dermaga atau waktu tambat yang tersedia dengan jumlahwaktu yang tersedia selama satu periode (bulan/tahun) yang dinyatakan dalam presentase.Berdasarkan hasil perhitungan nilai Berth Occupation Ratio diperoleh hasil nilai BOR tertinggipada dermaga kapal cepat yaitu 41,33% lebih kecil dari nilai BOR yang disarankan untuk duatambatan yaitu 50%. Hal ini menunjukkan bahwa dermaga kapal cepat masih layak melakukanpenambatan kapal. Sedangkan nilai BOR tertinggi pada kapal lambat yaitu 70,88% lebih besardari nilai BOR yang disarankan yaitu 40% untuk tambatan tunggal, sehingga dermaga kapallambat perlu dilakukan penambahan panjang dermaga.