Mustaqim Setyo Ariyanto
Universitas ‘Aisyiyah Yogyakarta

Published : 2 Documents Claim Missing Document
Claim Missing Document
Check
Articles

Found 2 Documents
Search

Pengembangan Skala Manajemen Konflik Pada Karyawan Di Yogyakarta Denisa Dwi Hanifa; Mustaqim Setyo Ariyanto; Agus Salim
PESHUM : Jurnal Pendidikan, Sosial dan Humaniora Vol. 5 No. 3: April 2026
Publisher : CV. Ulil Albab Corp

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.56799/peshum.v5i3.15232

Abstract

Jumlah karyawan yang banyak dengan latar belakang kemampuan, keahlian, dan pendidikan yang beragam menciptakan dinamika interaksi yang intens. Kondisi ini memungkinkan munculnya perbedaan persepsi terkait tujuan dan harapan kerja, yang selanjutnya dapat menimbulkan ketidakpuasan, keluhan, ketegangan serta konflik antar individu. Meskipun konflik tidak dapat dihindari, konflik dapat diarahkan menjadi sarana pembelajaran apabila dikelola dengan baik. Pengelolaan konflik yang tepat memungkinkan terciptanya solusi yang konstruktif serta mendorong perkembangan individu maupun organisasi. Penelitian mengenai manajemen konflik telah banyak dilakukan dengan pendekatan kuantitatif, seperti korelasional, deskriptif, dan komparatif sehingga pengembangan skala manajemen konflik belum banyak diteliti. Oleh karena itu, penelitian ini bertujuan untuk mengembangkan serta menguji validitas dan reliabilitas alat ukur manajemen konflik pada karyawan di Yogyakarta berdasarkan teori manajemen konflik menurut Robbins & Judge (2016). Hasil penelitian menunjukkan bahwa skala manajemen konflik memiliki validitas dan reliabilitas yang baik. Dari 35 aitem yang diujikan terdapat 13 aitem yang valid dan reliabel.
HUBUNGAN BUDAYA ORGANISASI DENGAN MINAT ORGANISASI PADA MAHASISWA DITINJAU DARI KEIKUTSERTAAN BERORGANISASI Elena Putri Azzahra; Mustaqim Setyo Ariyanto; Agus Salim
CENDEKIA: Jurnal Ilmu Pengetahuan Vol. 6 No. 2 (2026)
Publisher : Pusat Pengembangan Pendidikan dan Penelitian Indonesia

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.51878/cendekia.v6i2.8548

Abstract

The phenomenon of declining student participation in organizational activities is the background of this study, which aims to examine the relationship between organizational culture and organizational interest by reviewing aspects of student participation. This study applies a quantitative approach through a correlational and comparative test design involving 100 students aged 18-25 years as respondents through an accidental sampling technique. Data were collected using a Likert scale and analyzed using the Anacova test, Product Moment Correlation, Independent Sample t-Test, and Mann-Whitney. The results of the statistical analysis show that organizational culture has a significant influence on organizational interest (F = 28.669; p = 0.000) with a positive correlation of 0.398. Furthermore, the participation factor is proven to strengthen the relationship (F = 63.334; p = 0.000). Comparative findings show a significant difference in the level of organizational interest between active students (Mean = 84.34) and inactive students (Mean = 72.68), but interestingly there was no difference in perceptions of organizational culture between the two groups (p = 0.552). It was concluded that although perceptions of organizational culture were felt evenly, the experience of direct involvement was the main determinant of high interest, so that higher education strategies need to be focused on strengthening a positive, inclusive culture to encourage active student participation. ABSTRAK Fenomena penurunan partisipasi mahasiswa dalam kegiatan organisasi menjadi latar belakang penelitian ini, yang bertujuan untuk menguji hubungan antara budaya organisasi dan minat berorganisasi dengan meninjau aspek keikutsertaan mahasiswa. Penelitian ini menerapkan pendekatan kuantitatif melalui desain uji beda korelasional dan komparatif yang melibatkan 100 mahasiswa berusia 18-25 tahun sebagai responden melalui teknik accidental sampling. Data dikumpulkan menggunakan skala likert dan dianalisis menggunakan uji Anakova, Korelasi Product Moment, Independent Sample t-Test, serta Mann-Whitney. Hasil analisis statistik menunjukkan bahwa budaya organisasi memiliki pengaruh signifikan terhadap minat organisasi (F=28,669$; p=0,000) dengan korelasi positif sebesar 0,398. Lebih lanjut, faktor keikutsertaan terbukti memperkuat hubungan tersebut (F=63,334; p=0,000). Temuan komparatif memperlihatkan adanya perbedaan signifikan pada tingkat minat organisasi antara mahasiswa yang aktif (Mean=84,34) dan yang tidak aktif (Mean=72,68), namun menariknya tidak ditemukan perbedaan persepsi mengenai budaya organisasi di antara kedua kelompok tersebut (p=0,552). Disimpulkan bahwa meskipun persepsi budaya organisasi dirasakan secara merata, pengalaman keterlibatan langsung menjadi determinan utama tingginya minat, sehingga strategi perguruan tinggi perlu difokuskan pada penguatan budaya positif yang inklusif untuk memacu partisipasi aktif mahasiswa.