Bambang Novianto Putro
Departemen Anastesiologi dan Terapi Intensif Fakultas Kedokteran Universitas Sebelas Maret Surakarta/RSUD Dr. Moewardi, Surakarta

Published : 2 Documents Claim Missing Document
Claim Missing Document
Check
Articles

Found 2 Documents
Search

Perbandingan Terapi Albumin dari Ekstrak Channa Micropeltes Dan Channa Striata Terhadap Peningkatan Kadar Albumin pada Pasien Hipoalbuminemia Purwoko Purwoko; Bambang Novianto Putro; Prima Artya Kurniawan
Jurnal Anestesi Perioperatif Vol 11, No 1 (2023)
Publisher : Faculty of Medicine, Universitas Padjadjaran

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.15851/jap.v11n1.2469

Abstract

Suplemen albumin yang selama ini sering digunakan adalah ekstrak ikan gabus (Channa striata). Ikan toman (channa micropeltes) diduga memiliki protein yang lebih tinggi dari pada ikan gabus. Tujuan penelitian ini adalah membandingkan peningkatan kadar albumin dari ekstrak ikan toman dan ikan gabus dengan peningkatan kadar albumin darah pada pasien hipoalbuminemia. Penelitian ini dilakukan di ICU RSUD Dr. Muwardi Surakarta pada bulan November 2019–Januari 2020. Penelitian menggunakan uji klinis acak tersamar tunggal pada 30 pasien yang menjalani perawatan intensif dengan hipoalbuminemia yang telah memenuhi kriteria inklusi dan tidak termasuk eksklusi. Sampel dibagi menjadi 2 kelompok, yaitu kelompok dengan pemberian albumin ekstrak ikan toman (A) dan kelompok pemberian albumin ekstrak ikan gabus (B). Kedua kelompok diberikan albumin dengan dosis 5 gram tiap 12 jam selama tiga hari berturut-turut. Dilakukan pencatatan kadar albumin darah sebelum perlakuan dan tiga hari berturut-turut sejak pemberian ekstrak albumin. Penelitian menunjukan hasil bahwa selisih perubahan kadar albumin hari ke 1-baseline kelompok A mengalami peningkatan rerata 0,17+0,12, sedangkan kelompok B 0,11+0,08 (p=0,163). Pada hari ke-2 baseline kelompok A mengalami peningkatan rerata 0,41+0,15, sedangkan kelompok B 0,39+0,21 (p=0,785); pada hari ke-3 baseline kelompok A mengalami peningkatan rerata 0,74+0,35, sedangkan kelompok B 0,55+0,23 (p=0,785). Simpulan, ekstrak ikan toman memberikan peningkatan albumin yang lebih baik dibanding dengan ikan gabus, meskipun tidak berbeda secara statistik. 
Pola Bakteri dari Jam Tangan dan Kacamata yang Dibawa ke Instalasi Bedah Sentral Rumah Sakit Dr. Moewardi Surakarta Ardana Tri Arianto; Bambang Novianto Putro; Geovaldy Siregar
Jurnal Anestesi Perioperatif Vol 11, No 1 (2023)
Publisher : Faculty of Medicine, Universitas Padjadjaran

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.15851/jap.v11n1.2490

Abstract

Ruang bedah berperan sebagai penyebab infeksi nosokomial terutama akibat luka bedah. Transmisi patogen oleh tenaga kesehatan berperan penting dalam rute infeksi silang. Penelitian ini bertujuan mengetahui pola bakteri jam tangan dan kacamata tenaga kesehatan yang dibawa ke kamar operasi di Rumah Sakit Dr. Moewardi Surakarta. Penelitian menggnakan metode kuantitatif dengan pendekatan deskriptif laboratorik di Instalasi Bedah Sentral RSUD Dr. Moewardi Surakarta pada Juni–Juli 2018. Sampel adalah seluruh hardware yang dibawa masuk ke ruang bedah umum dan memenuhi kriteria inklusi. Hasil penelitian terhadap 40 hardware, yaitu 19 jam tangan dan 21 kacamata yang dipakai dan dibawa ke kamar operasi Instalasi Bedah Sentral RSUD Dr. Moewardi Surakarta. Hardware yang dibawa dan mengandung bakteri patogen sebanyak 33 hardware (83%). Hardware yang terkontaminasi patogen paling banyak adalah kacamata. Jenis bakteri yang paling banyak ditemukan adalah Staphylococcus hominis sebanyak 16 hardware (40%). Staphylococcus haemolyticus ditemukan pada 7 hardware (17%). Staphylococcus epidermidis ditemukan pada 4 hardware (10%). Simpulan penelitian ini adalah hardware yang diteliti mayoritas terdapat patogen (83%).Jenis bakteri yang paling banyak ditemukan adalah staphylococcus hominis pada 40% hardware.