Claim Missing Document
Check
Articles

Found 1 Documents
Search

Investasi Sumber Daya Manusia dalam Konteks Irasional Ritus Kemukus: Polemik Terlarang Pangeran Samudro dan Permaisuri Ontrowulan Ajeng Faizah Nijma Ilma; Goro Binardjo; Dedi Supriadi
Jurnal Pengabdian kepada Masyarakat Nusantara Vol. 4 No. 2 (2023): Jurnal Pengabdian kepada Masyarakat Nusantara (JPkMN)
Publisher : Cv. Utility Project Solution

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.55338/jpkmn.v4i2.1107

Abstract

Tempat wisata di mana Anda dapat mengunjungi Makam Pangeran Samudro tampak menarik karena adanya praktik pesugihan yang melibatkan hubungan seks. penulisan ini bersifat kualitatif. Makam Pangeran Samudro terletak di Desa Pendem, yang terletak di Kecamatan Sumberlawang, Kabupaten Sragen. Peziarah, juru kunci, pengelola makam, dan pedagang di daerah Gunung Kemukus adalah subjek penulisan. Untuk mengumpulkan data, observasi, wawancara, dan dokumentasi digunakan. Analisis data yang digunakan adalah deskriptif kualitatif. Studi menunjukkan bahwa proses ritual ziarah dimulai dengan niat; membersihkan diri dengan mencuci muka, tangan, kaki, atau mandi; mengambil air dari botol di sendang Ontrowulan; dan berdoa di makam Ontrowulan, yang diberikan oleh juru kunci makam dengan membawa bunga, kemenyan, dan air.serta mahar yang akan di berikan kepada juru kunci, berdoa di makam Pangeran Samudro, setelah dari makam Pangeran Samudro ritual terakhir yang dilakukan adalah melakukan hubungan seks dengan orang lain yang bukanpasangansah. Hubungan seksual dalam ritual ngalap berkah adalah syarat utama ritual untuk mendapatkan permintaan Pangeran Samudro. Kegiatan ngalap berkah di Gunung Kemukus belum dihentikan oleh institusi sosial lokal. Paguyuban Ojek dan PamSwakarsa atau Gertak adalah dua kelompok yang diizinkan oleh kepolisian untuk membantu peziarah melakukan ritual ngalap berkah di Gunung Kemukus. Memang, Gunung Kemukus dikelola secara profesional oleh pemerintah daerah melalui Dinas Pariwisata dan Kebudayaan. Dalam upaya untuk mempertahankan Gunung Kemukus sebagai tempat wisata religius, Pemda lebih menekankan sisi magisnya sebagai barang yang dijual kepada masyarakat.