Claim Missing Document
Check
Articles

Found 2 Documents
Search

STUDI TIPOLOGI KARYA DESAIN ARSITEK REMMENT KOOLHAS Susana Maria Suratama; Dian Erlina Wati Johannis
JUTEKS : Jurnal Teknik Sipil Vol 2 No 2 (2017): JUTEKS (Jurnal Teknik Sipil)
Publisher : P3M- Politeknik Negeri Kupang

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | Full PDF (13393.734 KB) | DOI: 10.32511/juteks.v2i2.173

Abstract

Proses seorang arsitek dalam merancang karya-karya desainnya, tentulah didasari teori atau konsep yang kuat. Dan dari teori, metode dan bagaimana mengaplikasikannya dalam rancangan itu dapat dilihat kekhususan atau keunikan si arsitek dibandingkan dengan arsitek lainnya. Remment Koolhaas, seorang theorist, urbanist, kritikus dan arsitek Belanda, seringkali berbicara mengenai perubahan budaya pada masyarakat kota. Pengaruh kapitalisme dan liberalisme terhadap kehidupan perkotaan secara implisit menjadi sasaran kritik-kritiknya. Kritiknya, melalui berbagai karya buku, menjadi sindiran terhadap kehidupan masyarakat kota itu sendiri. Koolhaas mendapat julukan sebagai seorang yang cynical. Kritik-kritik Koolhaas tidak hanya berhenti pada tulisan saja. Hal tersebut berlanjut dalam desain karya-karya arsitekturnya sebagai “content” yang terkamuflasekan, tetap sebagai sindiran terhadap kehidupan masyarakat kota itu sendiri. Penelitian ini betujuan untuk mendapatkan Tipologi dari Karya Desain Arsitek Remment Koolhaas berupa Teori/Konsep, Metode, dan Aplikasi Desain yang bermanfaat bagi Preseden untuk kegiatan pendidikan dan profesional bidang arsitektur. Penelitian ini mengggunakan metode content analysis dengan mempelajari pemikiran, teori/konsep, metode, dan aplikasi desain arsitek Remment Koolhas lewat literatur yang terbagi dalam : Kelompok I, berupa karya-karya teoritis dari Remment Koolhas dan Kelompok II, berupa karya-karya arsitektural. Hasil penelitian menunjukkan Koolhaas sendiri memasukkan dan melakukan kamuflase terhadap “prinsip-prinsip pemikirannya” dalam desain, yang disebut “content camouflage”. Dengan menggunakan 3 (tiga) metode yang sering digunakan yaitu : 1) Augmented space ; 2) Cross programming ; dan 3) Programmed-free programmed space. Metode-metode ini terlihat sangat konsisten digunakan Remment Koolhas dalam karya-karya desain arsitekturnya.
Optimization of Local Commodity Distribution Through Sea Toll Program: An Evaluative Study of the Port-To-Port System of Tenau Kupang Port as a Regional Hub in East Nusa Tenggara Antjak, Antonius Leonardo; Djahamouw, Putri Dwi Kinanti; Johannis, Dian Erlina Wati
Jurnal Impresi Indonesia Vol. 4 No. 12 (2025): Jurnal Impresi Indonesia
Publisher : Riviera Publishing

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.58344/jii.v4i12.7206

Abstract

This research aims to analyze the effectiveness of the Sea Toll system in supporting local commodity distribution and to assess the role of Tenau Kupang Port as a regional hub in East Nusa Tenggara Province (NTT). It employs a mixed-methods approach with quantitative-descriptive and explanatory designs, drawing on secondary data from KSOP Kupang and BPS NTT for 2023–2024. The analysis incorporates descriptive statistics, multiple linear regression, load factor analysis, total logistic cost (TLC), and quantitative SWOT. The results show that the Sea Toll system in NTT has achieved physical accessibility through regular inter-island connectivity but has not achieved functional accessibility due to low return loads, with the average load factor reaching only 24%. Regression analysis indicates that shipping frequency and return cargo volume have a significant effect on distribution effectiveness, while logistics costs and travel time exert a moderate positive influence. The Sea Toll Program reduces average logistics costs by 31% compared to conventional modes. The SWOT analysis yields an internal factor value of 2.09 and an external factor value of 2.56, placing Tenau Kupang Port in the growth strategy quadrant. This study concludes that the Sea Toll system is physically effective but not economically efficient. Strengthening the function of Tenau Kupang Port as a regional hub—through consolidation of local cargo, cold storage facilities, land-sea mode integration, and digitalization of logistics systems—represents a strategic step toward sustainable maritime logistics efficiency in Eastern Indonesia.