Asri Widayati
Department of Anthropology, Universitas Gadjah Mada, Jl. Sosiohumaniora No. 1 Bulaksumur, Yogyakarta 55281

Published : 2 Documents Claim Missing Document
Claim Missing Document
Check
Articles

Found 2 Documents
Search

Membaca Fenomena Agraria Terkini Melalui Kritik Kapital Pada Pengalaman Kehilangan Asri Widayati
Endogami: Jurnal Ilmiah Kajian Antropologi Vol 7, No 1 (2023): November
Publisher : Prodi Antropologi Fakultas Ilmu Budaya Universitas Diponegoro

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.14710/endogami.7.1.167-182

Abstract

Studi ini menawarkan pembacaan teoritis baru mengenai fenomena agraria belakangan, khususnya mengenai orang-orang yang di beberapa tempat di Indonesia yang alih-alih menolak untuk menjual lahannya ke berbagai perusahaan. Sebaliknya, beberapa dari mereka justru mengundang perusahaan untuk menyerahkan sertifikat lahannya maupun mau untuk menyerahkan sertifikat lahannya karena tergiur ganti rugi miliaran. Fenomena semacam itu, ketika dibaca dalam konteks perampasan, atau dalam kerangka kapitalisme pabrik, pertentangan antara kelas-kelas yang berbeda. Maka, kesimpulan yang muncul dari beberapa aktivis dan advokat yang berada di wilayah akan menuduh beberapa orang itu “rakus” dan semacamnya. Melalui studi ini, tawaran ulang pembacaan disajikan untuk melihat kembali fenomena dengan kemungkinan kesimpulan yang mana hari ini, kapitalisme tidak sekadar hadir konfrontatif dan terus bertentangan dengan kelas-kelas yang berbeda. Namun, kapitalisme secara ramah tamah (benign capitalism) hadir melalui berbagai cara. Pengalaman kehilangan yang dipelajari dalam tradisi antropologi mempertajam pembacaan, bahwa benign capitalism yang salah satunya hadir dalam rupa perubahan strategi bisnis yang lebih ramah-tamah, bermitra dengan berbagai agensi baik negara maupun non-negara. Selain siasat semacam itu dapat “menambal” perasaan orang-orang untuk kembali mengalami kehilangan. Di sisi lain, melalui pembacaan pengalaman kehilangan, sebenarnya kapitalisme yang ramah justru hadir sebagai “kehadiran yang mengganggu”. Karena, tak jarang, setelah penyerahan lahan ke korporasi, keputusan tersebut memukul kondisi orang-orang.
Wadas Melawan: Perjuangan Nilai di Frontier Asri Widayati
Endogami: Jurnal Ilmiah Kajian Antropologi Vol 6, No 2 (2023): Juni
Publisher : Prodi Antropologi Fakultas Ilmu Budaya Universitas Diponegoro

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.14710/endogami.6.2.147-169

Abstract

Studi ini merupakan bagian kecil catatan memori perjuangan nilai di atas dan dalam permukaan bumi yang dilakukan oleh Warga Desa Wadas, Kecamatan Bener, Purworejo, Jawa Tengah dari ancaman pertambangan batuan andesit. Bagian kecil catatan memori ini dipandu oleh pertanyaan: “mengapa Warga Wadas memperjuangan nilai yang ada di atas dan dalam permukaan bumi Wadas?”. Hasil studi etnografi, yang menempatkan etnografi sebagai produk sekaligus proses ini menunjukkan bahwa hubungan yang tidak terpisahkan antara entitas Warga Wadas dengan entitas non-manusia Wadas akan lenyap ketika akses pertambangan batuan andesit masuk ke Desa Wadas. Pertambangan yang hanya melihat Desa Wadas kaya akan batuan andesit tidak sebanding dengan nilai bertahun-tahun lamanya Warga Wadas merawat eksistensi berbagai entitas non-manusia termasuk tanaman pangan seperti durian, kemukus, aren, kapulaga, dan sebagainya, yang telah saling membentuk hubungan resiprokal dengan kehidupan Warga Wadas pada generasi sebelumnya, saat ini, dan selanjutnya.