Estu Sixzar Rohmahtin
Poltekkes kemenkea surabaya

Published : 2 Documents Claim Missing Document
Claim Missing Document
Check
Articles

Found 2 Documents
Search

Faktor Risiko yang Mempengaruhi Kejadian Kehamilan Ektopik (Literature Review) Estu Sixzar Rohmahtin
Gema Bidan Indonesia Vol. 10 No. 4 (2021): Desember 2021
Publisher : Jurusan Kebidanan Politeknik Kesehatan Kemenkes Surabaya

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | Full PDF (553.853 KB)

Abstract

Terjadinya kehamilan ektopik bisa dipicu oleh sel telur yang sudah dibuahi namun mengalami hambatan dalam perjalanan menuju ke endometrium, sehingga implantasi terjadi diluar endometrium. Kejadian kehamilan ektopik akan membawa risiko pada hasil konsepsi. Kehamilan ektopik merupakan salah satu keadaan yang dapat menjadi penyebab kematian maternal selama kehamilan pada minggu pertama. Kehamilan ektopik tidak dapat dicegah, namun faktor risikonya dapat dikurangi. Tujuan dari penelitian ini adalah untuk mengetahui faktor risiko yang mempengaruhi kejadian kehamilan ektopik melalui literature review. Metode: penelitian ini dilakukan dengan cara mereview beberapa artikel sesuai kriteria inklusi yang telah ditetapkan berdasarkan tema, lalu dilakukan pengulasan. Hasil: dari 12 artikel ditemukan faktor risiko meliputi riwayat penyakit radang panggul yang terdapat pada 5 artikel, riwayat aborsi terdapat pada 4 artikel, riwayat kehamilan ektopik terdapat pada 5 artikel, riwayat operasi dibahas pada 5 artikel, usia dan paritas terdapat pada 4 artikel, vaginal douching terdapat pada 1 artikel, penggunaan kontrasepsi darurat terdapat pada 2 artikel, dan infertilitas tuba terdapat pada 1 artikel. Faktor risiko kehamilan ektopik yang paling dominan adalah riwayat penyakit radang panggul dan riwayat kehamilan ektopik. Kejadian kehamilan ektopik sering terjadi pada wanita usia reproduksi dan wanita multipara. Simpulan dan saran: berdasarkan hasil penelitian faktor risiko yang paling dominan yang mempengaruhi kehamilan ektopik meliputi riwayat aborsi, riwayat penyakit radang panggul, riwayat kehamilan ektopik, riwayat operasi, usia dan paritas, vaginal douching, penggunaan kontrasepsi darurat, dan infertilitas tuba. Saran yang dapat disampaikan untuk mereview lebih dalam guna mengkaji secara lebih rinci faktor risiko yang mempengaruhi terjadinya kehamilan ektopik.
Faktor Risiko yang Mempengaruhi Kejadian Kehamilan Ektopik (Literature Review) Estu Sixzar Rohmahtin
Gema Bidan Indonesia Vol. 10 No. 4 (2021): Desember
Publisher : Jurusan Kebidanan Politeknik Kesehatan Kemenkes Surabaya

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.36568/gebindo.v10i4.57

Abstract

Terjadinya kehamilan ektopik bisa dipicu oleh sel telur yang sudah dibuahi namun mengalami hambatan dalam perjalanan menuju ke endometrium, sehingga implantasi terjadi diluar endometrium. Kejadian kehamilan ektopik akan membawa risiko pada hasil konsepsi. Kehamilan ektopik merupakan salah satu keadaan yang dapat menjadi penyebab kematian maternal selama kehamilan pada minggu pertama. Kehamilan ektopik tidak dapat dicegah, namun faktor risikonya dapat dikurangi. Tujuan dari penelitian ini adalah untuk mengetahui faktor risiko yang mempengaruhi kejadian kehamilan ektopik melalui literature review. Metode: penelitian ini dilakukan dengan cara mereview beberapa artikel sesuai kriteria inklusi yang telah ditetapkan berdasarkan tema, lalu dilakukan pengulasan. Hasil: dari 12 artikel ditemukan faktor risiko meliputi riwayat penyakit radang panggul yang terdapat pada 5 artikel, riwayat aborsi terdapat pada 4 artikel, riwayat kehamilan ektopik terdapat pada 5 artikel, riwayat operasi dibahas pada 5 artikel, usia dan paritas terdapat pada 4 artikel, vaginal douching terdapat pada 1 artikel, penggunaan kontrasepsi darurat terdapat pada 2 artikel, dan infertilitas tuba terdapat pada 1 artikel. Faktor risiko kehamilan ektopik yang paling dominan adalah riwayat penyakit radang panggul dan riwayat kehamilan ektopik. Kejadian kehamilan ektopik sering terjadi pada wanita usia reproduksi dan wanita multipara. Simpulan dan saran: berdasarkan hasil penelitian faktor risiko yang paling dominan yang mempengaruhi kehamilan ektopik meliputi riwayat aborsi, riwayat penyakit radang panggul, riwayat kehamilan ektopik, riwayat operasi, usia dan paritas, vaginal douching, penggunaan kontrasepsi darurat, dan infertilitas tuba. Saran yang dapat disampaikan untuk mereview lebih dalam guna mengkaji secara lebih rinci faktor risiko yang mempengaruhi terjadinya kehamilan ektopik.