Syarifah Nurul Yanti
Fakultas Kedokteran, Universitas Tanjungpura Pontianak

Published : 2 Documents Claim Missing Document
Claim Missing Document
Check
Articles

Found 2 Documents
Search

Hubungan Derajat Asma Persisten dan Kualitas Hidup Pasien Asma Dinilai dengan Asthma Quality Of Life Questionnaire (AQLQ) M. Jahari Supianto; Risa Febriana Musawaris; Syarifah Nurul Yanti
Jurnal Vokasi Kesehatan Vol 1, No 3 (2015): Mei 2015
Publisher : Poltekkes Kemenkes Pontianak

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | Full PDF (227.679 KB) | DOI: 10.30602/jvk.v1i3.19

Abstract

Abstract: The Relationship Between Degree Of Persistent Asthma And Quality Of Life In Asthma Patient That Measured By Asthma Quality Of Life Questionnaire. The aims of this study were to determine the quality of life in asthma patients in Poli Paru dr. Soedarso General Hospital Pontianak. This study uses descriptive analytic approach and cross-sectional designs. Research in the Poli Paru dr. Soedarso general hospital Pontianak from October 2014 to February 2015. The data were collected from 34 patients with asthma. This research uses Asthma Quality of Life Questionnaire (AQLQ). The data were analyzed using the Wilcoxon test. Results show that More patients with asthma in this research shows the worse quality of life. Mild persistent asthma patient’s quality of life was better than moderate persistent asthma and severe persistent asthma. There is the meaningful relationship between the degree of persistent asthma and asthma patient’s quality of life with a value of p=0,033 (p< 0.05).Abstrak : Hubungan Derajat Asma Persisten Dan Kualitas Hidup Pasien Asma Dinilai Dengan Asthma Quality Of Life Questionnaire (AQLQ). Penelitian ini bertujuan untuk mengetahui hubungan derajat asma persisten dan kualitas hidup pasien asma di Poli Paru RSUD dr. Soedarso Pontianak. Penelitian ini bersifat analitik dengan menggunakan pendekatan potong lintang (cross sectional). Penelitian di lakukan di Poli Paru RSUD dr. Soedarso Pontianak dari bulan Oktober 2014 sampai Februari 2015. Data di kumpulkan dari 34 pasien asma. Penelitian ini menggunakan Asthma Quality of Life Questionnaire (AQLQ). Data dianalisis menggunakan uji Wilcoxon. Hasil penelitian menunjukkan bahwa Pasien asma pada penelitian ini lebih banyak menunjukkan kualitas hidup buruk. Pasien asma persisten ringan kualitas hidupnya lebih baik dibandingkan asma persisten sedang dan asma persisten berat. Terdapat hubungan yang bermakna antara derajat asma persisten dan kualitas hidup pasien asma dengan nilai P=0,033 (p<0,05). 
Hubungan Lama Duduk Saat Jam Kerja dan Aktivitas Fisik dengan Keluhan Nyeri Punggung Bawah Fina Herlinda Nur; Dyan Roshinta Laksmi Dewi; Syarifah Nurul Yanti
Jurnal Vokasi Kesehatan Vol 1, No 3 (2015): Mei 2015
Publisher : Poltekkes Kemenkes Pontianak

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | Full PDF (239.373 KB) | DOI: 10.30602/jvk.v1i3.17

Abstract

Abstrak: Association Between Prolonged Sitting At Office Hours And Physical Activity With Low Back Pain Complaint. The aim of this study was to determine descriptive analytical study with cross-sectional approach. Total sample was 68 Kantor Terpadu Pontianak employees, recruited using random sampling technique. Data were taken by using questionnaires.This study showed that prolonged sitting had the association with low back pain complaint (p=0,007), and sitting for 4-6 hours compared to less than 2 hours had the higher risk of getting low back pain for 8,579 times. There was no association between physical activity and low back pain complaint (p=0,101).Abstrak : Hubungan Lama Duduk Saat Jam Kerja Dan Aktivitas Fisik Dengan Keluhan Nyeri Punggung Bawah. Penelitian ini bertujuan untuk melihat hubungan antara lama duduk dan aktivitas fisik dengan keluhan nyeri punggung bawah. Desain penelitian yang digunakan adalah deskriptif analitik dengan pendekatan cross sectional. Jumlah sampel 68 orang karyawan kantor Terpadu Pontianak, pengambilan sampel dengan teknik random sampling. Data penelitian diambil dengan menggunakan kuesioner. Ditemukan bahwa lama duduk memiliki hubungan yang bermakna dengan keluhan nyeri punggung bawah (p=0,007), dan duduk selama 4-6 jam berisiko 8,579 kali untuk menderita nyeri punggung bawah dibandingkan dengan duduk kurang dari 2 jam. Aktivitas fisik tidak memiliki hubungan yang bermakna dengan keluhan nyeri punggung.