Shasha Shava Shasila, Lucky Endrawati, Mufatikhatul Farikhah Fakultas Hukum Universitas Brawijaya Jl. MT. Haryono No. 169 Malang e-mail: shashashavas@student.ub.ac.id Abstrak Anak merupakan bagian dari generasi muda yang menjadi salah satu sumber daya manusia yang memiliki potensi dan sebagai penerus bangsa, anak juga memiliki peranan yang strategis dan memiliki ciri serta sifat khusus, anak memerlukan pembinaan dan sebuah perlindungan untuk menjamin pertumbuhan dan perkembangan fisik maupun psikis anak secara seimbang. Namun anak juga dapat melakukan perbuatan menyimpang yakni seperti melakukan perbuatan kekerasan seksual. Anak yang berhadapan dengan hukum harus mendapatkan perlakuan khusus, peradilan bagi anak sendiri sudah diatur di dalam Undang Undang Nomor 11 Tahun 2012 tentan Sistem Peradilan Pidana. Terdapat salah satu asas yang penting dalam peradilan anak yakni Asas Kepentingan Terbaik Bagi Anak. Asas ini berarti bahwa setiap pengambilan keputusan harus memperhatikan tumbuh kembang anak. Hakim juga harus memastikan bahwa asas ini dilaksanakan dengan memastikan kepentingan terbaik anak korban tidak dikesampingkan dan kepentingan terbaik bagi anak sebagai pelaku tindak pidana juga harus terpenuhi. Namun nyatanya dalam penjatuhan putusan hakim kurang memperhatikan kepentingan anak, yakni dapat dilihat dari penjatuhan sanksi yang diberikan oleh hakim. Pada kasus pencabulan hakim menjatuhkan sanksi pidana penjara karena menurut hakim pidana penjara dapat memberikan efek jera. Namun nyatanya penjatuhan pidana penjara tidak sesuai dengan asas Ultimum Remidium serta penjatuhan pidana penjara bagi anak akan membuat anak di stigma oleh masyarakat dan membuat anak tertekan dan sulit diterima dimasyarakat. Kata Kunci: asas kepentingan terbaik bagi anak, pertimbangan hakim, pencabulan Abstract Children are the next generation with the potential to serve the state and hold an important and strategic role that carries its specific nature. This role requires coaching and protection to ensure that children appropriately grow and develop. However, several children are sometimes found doing something immoral such as molestation. Children dealing with legal issues should be specially treated, and the function of the juvenile courts has been governed by Law Number 11 of 2012 concerning Criminal Judicial Systems that outline one essential principle for children—the best interests of the child. This principle implies that every decision-making should take into account the development of the child. Judges must also ensure that this principle is upheld and the interests of the child are fulfilled. In reality, verdicts delivered by judges over such cases have not prioritized the interests of the child. This is obvious in sanction imposition by judges. In the molestation case discussed in this research, the judges imposed imprisonment on the child, and this measure was intended to deter the child. However, this imposition contravenes the Ultimum Remidium principle for children, thereby possibly making the child concerned stigmatized in the society they live in, and it could leave them intimidated and not easily accepted by society. Keywords: the principle of the best interests of the child, judicial consideration, molestation