Pertumbuhan ekonomi merupakan salah satu indikator yang umum digunakan dalam menentukan keberhasilan pembangunan. Pertumbuhan ekonomi digunakan sebagai ukuran atas perkembangan atau kemajuan perekonomian dari suatu negara atau wilayah karena berkaitan erat dengan aktivitas kegiatan ekonomi masayarakat khususnya dalam hal peningkatan produksi barang dan jasa (Sanusi et al., 2014). Sebagai bagian dari NKRI, Pulau Flores juga mengalami pembangunan ekonomi yang dapat dilihat dari besaran Produk Domestik Regional Bruto (PDRB) dari masing-masing kabupaten di wilayah ini. Kita dapat mendalami perilaku pertumbuhan ekonomi dan variabel yang memberikan kontribusi terhadap pertumbuhan ekonomi tersebut melalui beberapa variable seperti persentasi tingkat kemiskinan penduduk, persentasi angkatan kerja penduduk yang berusia di atas 15 tahun dan persentase tingkat pendidikan penduduk yang berijazah DIV, S1, S2 dan S3. Apakah variabel-variabel tersebut (kemiskinan, tenaga kerja dan pendidikan) berpengaruh terhadap pertumbuhan ekonomi di Pulau Flores, maka penulis mencoba mengestimasinya dalam model regresi. Penelitian ini bertujuan untuk menganalisis berapa besar pengaruh tingkat kemiskinan, tenaga kerja, dan pendidikan terhadap pertumbuhan ekonomi di Pulau Flores NTT selama tahun 2015-2020. Daerah yang menjadi objek adalah 8 kabupaten yang ada di Pulau Flores yaitu Flores Timur, Sikka, Ende, Ngada, Manggarai, Manggarai Barat, Nagekeo dan Manggarai Timur. Periode yang digunakan yaitu dari tahun 2015-2020. Sedangkan variabel yang digunakan adalah pertumbuhan ekonomi, kemiskinan, tenaga kerja, dan pendidikan. Data yang digunakan dalam penelitian ini adalah data panel atau pooled data yaitu penggabungan dari data deret berkala dari tahun 2015-2020 dan deret cross section sebanyak 8 data yang mewakili kabupaten di Pulau Flores sehingga menghasilkan 48 Observasi.