Rignolda Djamaluddin
Unknown Affiliation

Published : 3 Documents Claim Missing Document
Claim Missing Document
Check
Articles

Found 3 Documents
Search

An Assessment of Mangrove Rehabilitation Programs in Bolaang Mongondow Selatan Regency, North Sulawesi Rignolda Djamaluddin
Jurnal Ilmiah PLATAX Vol. 8 No. 1 (2020): ISSUE JANUARY-JUNE 2020
Publisher : Sam Ratulangi University

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.35800/jip.8.1.2020.27596

Abstract

While the results of many mangrove rehabilitation efforts have not been optimal due to various factors, the rate of mangrove forest deforestation remains high in Indonesia. This research was designed to test the principle “planting certain mangrove seedlings on suitable habitat would be survived”. The test was based on an assessment of six locations in Bolaang Mongondow Selatan Regency where mangrove rehabilitation programs were implemented. This assessment was conducted by using a spot check method to analyze any variables associated with plantation area feasibility, and the use of a participative approach to collect additional information. Results from this study confirmed that mangrove seedlings have to be planted on the right habitat and that the implemented rehabilitation programs have followed a try and error or speculative approach, and have not been supported by sufficient technical and theoretical competencies. Keywords: artificial plantation, natural regeneration, mangrove, rehabilitation        Deforestasi hutan mangrove di Indonesia berlangsung cepat, sementara itu banyak upaya rehabilitasi belum memberikan hasil yang optimal karena berbagai faktor. Penelitian ini menguji secara khusus prinsip “benih yang ditanam di tempat yang cocok akan tumbuh”, melalui penilaian enam lokasi program rehabilitasi mangrove di Kabupaten Bolaang Mongondow Selatan. Penilaian dilakukan menggunakan metode pengecekan lapangan (on spot check) untuk menganalisis variabel-variabel yang berkaitan dengan kelayakan lahan tanam, dan pengumpulan informasi melalui pendekatan partisipatif. Hasil penelitian menegaskan bahwa “jenis bibit yang ditanam harus sesuai dengan lahan tanam”. Upaya penanaman yang dilakukan masih menggunakan pendekatan coba-coba atau spekulatif, dan tidak didukung pemahaman teknis maupun teoritis yang memadai.Kata kunci: mangrove, penanaman artifisial, regenerasi alami, rehabilitasi
Morfometri lereng kawasan sub-litoral pantai Malalayang II Kota Manado Brama Djabar; Rignolda Djamaluddin; Royke Rampengan
JURNAL PESISIR DAN LAUT TROPIS Vol. 5 No. 3 (2017): JURNAL PESISIR DAN LAUT TROPIS
Publisher : Sam Ratulangi University

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.35800/jplt.5.3.2017.17843

Abstract

Pemanfaatan pantai harus didukung oleh pemahaman yang baik tentang morfometri lereng ruang pantai tersebut. Penelitian ini dilakukan dengan tujuan untuk mendeskripsikan batimetri ruang dan pergerakan arus di kawasan sub-litoral Pantai Malalayang II, serta menganalisis kaitannya terhadap perubahan ruang pantai. Dengan menerapkan metode Lagrangian dan pengukuran kedalaman, diperoleh hasil bahwa ruang pantai bagian Barat memiliki perairan yang dangkal dibandingkan bagian Timur sehingga pergerakan arus relatif cepat di ruang tersebut. Analisis data batimetri menyimpulkan bahwa kawasan ini rentan terhadap erosi pantai, untuk itu disarankan adanya pembangunan pelindung pantai demi keamanan dan pengembangan pemukiman di kawasan Pantai Malalayang II
KOMPOSISI DAN DISTRIBUSI GRANULOMETRI SEDIMEN DI PADANG LAMUN DESA MOKUPA KECAMATAN TOMBARIRI KABUPATEN MINAHASA Melisa Lahimade; Royke Rampengan; Calvyn Sondak; Inneke Rumengan; Joice Rimper; Rignolda Djamaluddin
JURNAL PESISIR DAN LAUT TROPIS Vol. 12 No. 3 (2024): JURNAL PESISIR DAN LAUT TROPIS
Publisher : Sam Ratulangi University

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.35800/jplt.12.3.2024.57842

Abstract

Informasi menyangkut kondisi substrat di padang lamun merupakan hal yang sangat dibutuhkan dalam pengelolaan ekosistem lamun. Pantai Desa Mokupa memiliki kawasan padang lamun yang infomasi menyangkut ukuran butir sedimennya belum pernah dihadirkan. Penelitian ini dilakukan dengan tujuan mendeskripsikan komposisi dan menganalisis distribusi granulometri sedimen di padang lamun Desa Mokupa Kecamatan Tombariri Kabupaten Minahasa. Pengambilan sedimen dilakukan menggunakan metode sistematis di mana sedimen yang diambil pada kawasan padang lamun adalah pada area berkategori tutupan lamun jarang, sedang, padat dan sangat padat. Hasil yang diperoleh adalah komposisi sedimen   padang lamun sekitar Desa Mokupa terdiri dari sedimen berukuran debu sampai kerakal.  Pada kawasan dengan kategori tutupan lamun padat dan sangat padat, sedimen pasir halus berada pada proporsi yang terbesar. Sebaliknya sedimen kerakal proporsinya mengecil dibandingkan dengan yang terdapat pada kawasan dengan kategori tutupan sedang dan jarang. Berdasarkan nilai rataan empirik, granulometri sedimen pada kawasan berkategori tutupan sangat padat adalah yang paling halus.  Nilai penyortiran menunjukkan hampir keseluruhan sampel sedimen kawasan padang lamun berada pada kriteria buruk sampai buruk sekali.  Kemencengan umumnya berada pada kriteria asimetris kuat ke ukuran besar.  Kriteria peruncingan pada kawasan berkategori tutupan padat adalah leptokurtik, sedangkan pada kategori tutupan sangat padat adalah sangat leptokurtik. Kata kunci: Padang lamun, Komposisi sedimen, Distribusi granulometri, Mokupa