Luh Risa Denilla Suari
Universitas Pendidikan Ganesha

Published : 1 Documents Claim Missing Document
Claim Missing Document
Check
Articles

Found 1 Documents
Search

Analisis Kinerja Perusahaan Sektor Teknologi Sebelum dan di Masa Pandemi Covid-19 Luh Risa Denilla Suari; I Nyoman Putra Yasa
Jurnal Akuntansi Profesi Vol. 14 No. 01 (2023): Jurnal Akuntansi Profesi
Publisher : Universitas Pendidikan Ganesha

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.23887/jap.v14i01.41892

Abstract

Penggunaan teknologi yang masif di masa pandemi Covid-19 diharapkan berdampak pada kinerja perusahaan sektor teknologi. Namun, beberapa perusahaan sektor teknologi yang tergabung di Bursa Efek Indonesia memiliki pertumbuhan penjualan di masa pandemi yang kurang bagus dibandingkan dengan tahun sebelum adanya pandemi. Maka dari itu, dalam penelitian ini akan menganalisis kinerja perusahaan melalui rasio-rasio keuangan yang terdiri dari rasio likuiditas, rasio profitabilitas, rasio solvabilitas, dan rasio aktivitas serta membandingkannya dengan periode sebelum pandemi (2018, 2019) dan di masa pandemi (2020). Metode dalam penelitian ini adalah metode deskriptif kuantitatif dengan objek penelitian perusahaan sektor teknologi yang tergabung di Bursa Efek Indonesia. Analisis data dilakukan dengan melakukan Uji MANOVA. Hasil dari penelitian yang didapatkan adalah pada keseluruhan rasio yaitu rasio likuiditas (current ratio, quick ratio, dan cash ratio); rasio profitabilitas (net profit margin dan return on sales); rasio solvabilitas (total debt to asset ratio); dan rasio aktivitas (perputaran piutang, perputaran persediaan, perputaran total aktiva, dan perputaran modal kerja) yang diukur tidak terdapat perbedaan signifikan pada kinerja perusahaan antara sebelum dan di masa pandemi dengan indikator pertumbuhan penjualan. Kondisi tersebut dapat terjadi karena adanya perbedaan strategi dan kekuatan antar perusahaan teknologi yang belum tergabung dalam Bursa Efek Indonesia. Kata Kunci: pandemi Covid-19, perusahaan teknologi, rasio keuangan