Firmansah Setia Budi
Pesantren Mafaza Indonesia

Published : 3 Documents Claim Missing Document
Claim Missing Document
Check
Articles

Found 3 Documents
Search

Studi Analisis Deskriptif Kesalahan Fonologis dalam Percakapan Bahasa Arab terhadap Santri di Pesantren Mafaza Indonesia Lina Marlina; Acep Hermawan; Firmansah Setia Budi
EL-IBTIKAR: Jurnal Pendidikan Bahasa Arab Vol. 12 No. 1 (2023)
Publisher : Universitas Islam Negeri Siber Syekh Nurjati Cirebon

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.24235/ibtikar.v12i1.13580

Abstract

This study aims to analyze students’ pronunciation errors in their daily conversations using Arabic which implicated towards changing the meaning at the Mafaza Indonesia Islamic Boarding School, so that solutions can then be found in order to improve and enhance their speaking skill. This study was a qualitative descriptive research with content analysis design. The data collection process used two techniques, namely observation and interview. The results of this study showed that phonological errors which impacted on semantic changes occur in Arabic letters but these letters were not found in students' mother language. They were (ع، ث،ش،ص،ق ،ز،ذ،ض،ح). The solutions that can be one of an alternative to minimize the phonological errors were the phonetic method and the mim-mem method. This study contribute to increasing teacher competences by evaluating the Arabic learning curriculum both in terms of the duration of learning, the material or the methods used.
Konsep Masyi'atu Allah dan Masyi'atu Al-‘Ibad dalam Proses Pendidikan berdasarkan Perspektif Teologi Islam Firmansah Setia Budi; Nurwadjah Ahmad; Andewi Suhartini
EDU-RILIGIA: Jurnal Ilmu Pendidikan Islam dan Keagamaan Vol 9, No 2 (2025): April -Juni
Publisher : Pascasarjana Universitas Islam Negeri Sumatera Utara Medan

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.47006/er.v9i2.19503

Abstract

Perbedaan pendapat terkait konsep masyiatu Allah dan masyiatu al-‘ibad antara aliran teologi Jabariyah, Qadariyah dan Ahlu Sunnah merupakan perdebatan yang sudah sering diperbincangkan sejak dulu. Namun sekarang, hal ini perlu dikaji ulang kaitannya dengan implikasi dari perbedaan pendapat terkait konsep masyiatu Allah dan masyiatu al-‘ibad terhadap konsep pendidikan dalam Islam. Oleh karena itu penelitian ini bertujuan untuk mengkaji lebih dalam mengenai konsep pendidikan Islam dalam perspektif teologis. Hal ini akan diperjelas melalui komparasi antara perspektif teologis aliran Jabariyah, Qadariyah dan Ahlu Sunnah. Metode yang digunakan penelitian ini adalah metode kualitatif dengan jenis penelitian kepustakaan (bahtsun maktabiy) melalui pendekatan analisis deskriptif (dirasah washfiyah). Hasil penelitian ini menunjukkan bahwa aliran Jabariyah menafikan kehendak manusia (masyiatu al-‘ibad) dalam proses pendidikan. Sebaliknya, aliran Qadariyah menafikan kehendak Allah (masyiatu Allah) dalam proses pendidikan. Adapun Ahlu Sunnah tidak menafikan salah satu diantara keduanya, Ahlu Sunnah berpendapat bahwa keduanya memiliki peranan masing-masing dalam proses pendidikan. Maka pendidikan dalam Islam harus bisa mengarahkan peserta didik agak kehendak mereka sesuai atau sejalan dengan apa yang dikehendaki oleh Allah -ta'ala-.
Konsep Masyi'atu Allah dan Masyi'atu Al-‘Ibad dalam Proses Pendidikan berdasarkan Perspektif Teologi Islam Firmansah Setia Budi; Nurwadjah Ahmad; Andewi Suhartini
EDU-RILIGIA: Jurnal Ilmu Pendidikan Islam dan Keagamaan Vol 9, No 2 (2025): April -Juni
Publisher : Pascasarjana Universitas Islam Negeri Sumatera Utara Medan

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.47006/er.v9i2.19503

Abstract

Perbedaan pendapat terkait konsep masyiatu Allah dan masyiatu al-‘ibad antara aliran teologi Jabariyah, Qadariyah dan Ahlu Sunnah merupakan perdebatan yang sudah sering diperbincangkan sejak dulu. Namun sekarang, hal ini perlu dikaji ulang kaitannya dengan implikasi dari perbedaan pendapat terkait konsep masyiatu Allah dan masyiatu al-‘ibad terhadap konsep pendidikan dalam Islam. Oleh karena itu penelitian ini bertujuan untuk mengkaji lebih dalam mengenai konsep pendidikan Islam dalam perspektif teologis. Hal ini akan diperjelas melalui komparasi antara perspektif teologis aliran Jabariyah, Qadariyah dan Ahlu Sunnah. Metode yang digunakan penelitian ini adalah metode kualitatif dengan jenis penelitian kepustakaan (bahtsun maktabiy) melalui pendekatan analisis deskriptif (dirasah washfiyah). Hasil penelitian ini menunjukkan bahwa aliran Jabariyah menafikan kehendak manusia (masyiatu al-‘ibad) dalam proses pendidikan. Sebaliknya, aliran Qadariyah menafikan kehendak Allah (masyiatu Allah) dalam proses pendidikan. Adapun Ahlu Sunnah tidak menafikan salah satu diantara keduanya, Ahlu Sunnah berpendapat bahwa keduanya memiliki peranan masing-masing dalam proses pendidikan. Maka pendidikan dalam Islam harus bisa mengarahkan peserta didik agak kehendak mereka sesuai atau sejalan dengan apa yang dikehendaki oleh Allah -ta'ala-.