Reijavira Lamdha Fandji
Universitas Katolik Musi Charitas

Published : 2 Documents Claim Missing Document
Claim Missing Document
Check
Articles

Found 2 Documents
Search

RUANG TERBUKA KAMPUNG KAPITAN SEBAGAI LINGKUNGAN CAGAR BUDAYA DENGAN PENDEKATAN PLACEMAKING Suzzana Winda Artha Mustika; Meisya Suhandi; Reijavira Lamdha Fandji
Tesa Arsitektur Vol 21, No 1: Juni 2023
Publisher : Universitas Katolik Soegijapranata

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.24167/tesa.v21i1.10199

Abstract

Kawasan Cagar Budaya Kampung Kapitan merupakan destinasi wisata ruang terbuka publik yang dimanfaatkan oleh masyarakat sekitar dengan pelbagai aktivitas yang menimbulkan pandangan berbeda-beda baik dari segi kenyamanan, desain, interaksi, dan makna kawasan. Penelitian ini menerapkan metode deskriptif kualitatif yang menguraikan fenomena empiris pada aspek fungsi dan estetika, elemen-elemen ruang publik, keamanan, serta kenyamanan melalui pengamatan langsung kondisi Kampung Kapitan. Tujuan dari penelitian ini ialah menganalisis ruang terbuka di Kampung Kapitan sebagai lingkungan cagar budaya dengan pendekatan placemaking. Penelitian terdahulu mengungkapkan bahwa dengan adanya ruang terbuka memberikan pengaruh besar dari sisi kesejarahan, karakteristik ruang bermukim, bentuk bangunan, akulturasi budaya, potensi alam, dan daya tarik wisata terhadap kawasan cagar budaya. Hasil dari penelitian menginformasikan bahwa pengaruh dari aktivitas masyarakat menjadikan ruang tersebut sebagai tempat bersosialisasi, objek wisata, dan peranan penting terhadap makna kawasan Kampung Kapitan yang memberikan keunikan dari perkampungan yang ada di Palembang. Menindaklanjuti temuan pada penelitian ini dapat memberikan sudut pandang yang positif dan menarik mengenai lingkungan cagar budaya yang dilihat dari aspek ruang terbuka kawasan Kampung Kapitan agar makna dari karakteristik lingkungan dan bangunan dapat dipertahankan. 
Perancangan Perpustakaan Umum dan Galeri Seni dengan Gaya Arsitektur Regionalisme di Palembang Suzzana Winda Artha Mustika; Reijavira Lamdha Fandji
Arsir: Jurnal Arsitektur Vol 9 No 2 (2025): Arsir
Publisher : Universitas Muhammadiyah Palembang

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.32502/arsir.v9i2.535

Abstract

The transformation of local culture in urban environments has become a challenge that continues to grow along with modernization. Cultural preservation is not only limited to maintaining the existence of existing urban heritage, but can also be realized through the design of new facilities as cultural development centers. One aspect of culture that has decreased is the habit of reading and appreciation of fine arts. Palembang City, as the capital city of South Sumatra Province, faces the challenge of increasing the level of literacy and art awareness which is still relatively low. Therefore, a literacy and art development center is needed, in the form of a public library and art gallery, which can be a means to increase public appreciation of local artworks and revive interest in reading culture as part of the city's cultural identity. The method used in this writing is a descriptive method by describing the existing conditions of the study object with contextual analys and identifying the concept and application of regionalism related to design needs. With an effort to create an expression of local culture packaged in modern technology and in harmony with the regionalism architecture approach. The output is expected to increase people's knowledge, provide easy access for people to enjoy library collections and works of art, and preserve the culture of Palembang city with an architectural approach.