Dalam pola makan manusia, buah-buahan dianggap sebagai sumber penting yang menyediakan energi, serat makanan, dan zat gizi mikro seperti vitamin, mineral, flavonoid, dan fitokimia lainnya. Di antara produk hortikultura, buah-buahan memiliki kadar air yang tinggi dan ini adalah faktor yang menyebabkan umur simpannya pendek. Cara untuk mengontrol proses ini dengan benar adalah menunda pematangan pascapanen. Edible coating merupakan bahan yang digunakan pada permukaan makanan untuk membungkus dan aman untuk dikonsumsi bersama dengan makanan. Komponen utama penyusun edible coating dapat dikelompokkan menjadi tiga kategori, yaitu hidrokoloid, lipid, dan komposit (campuran). Beeswax adalah salah satu lilin alami yang diproduksi dan dibutuhkan lebah sebagai bahan konstruksi untuk sarangnya, yang umumnya tersusun atas ester asam lemak dan berbagai senyawa alkohol rantai panjang, Ricebran wax merupakan lilin keras berwarna kekuningan hingga kecoklatan yang diperoleh sebagai produk sampingan dari proses dewaxing dalam pemurnian minyak dedak, yang terdiri dari campuran ester alkohol lemak dan asam lemak. Tujuan penelitian ini adalah mengetahui pengaruh penambahan ricebranwax pada beeswax coating terhadap karakteristik edible coating. Variabel bebas pada penelitian ini meliputi konsentrasi ricebran wax (0; 25; 50; 75;100)%, sedangkan variabel terikat pada penelitian ini meliputi pH, densitas (gr/ml), viskositas (cp). Prosedur pada penelitian ini meliputi: pembuatan beeswax dan ricebran wax coating dan analisis karakteristik edible coating. Hasil karakteristik beeswax coating (pH, densitas, viskositas) terhadap konsentrasi ricebran wax (0; 25; 50; 75;100)%, adalah pH menunjukkan kecenderungan meningkat dengan nilai pH sebesar 8,84; 8,88; 8,89; 8,93; dan 9,06, densitas menunjukkan kecenderungan menurun dengan nilai densitas sebesar 1,02; 1,018; 1,011; 1,008; 1,004 gr/ml, viskositas sebesar 32,8; 29,48; 25,3; 23,85; 20,33 cp.