Sopyan Hadi Musa
Universitas Pamulang, Banten, Indonesia

Published : 1 Documents Claim Missing Document
Claim Missing Document
Check
Articles

Found 1 Documents
Search

Living Qur’an: Pengamalan Al-Qur’an dalamTradisi Lokal Sopyan Hadi Musa
JIM: Jurnal Ilmiah Mahasiswa Pendidikan Sejarah Vol 8, No 3 (2023): Juni, socio-economics, community law, cultural history and social issues
Publisher : Universitas Syiah Kuala

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.24815/jimps.v8i3.25164

Abstract

Penelitian ini bertujuan untuk menggambarkan integrasi antara wahyu dan budaya lokal masyarakat Kecamatan Malangke. Penelitian ini menggunakan penelitian kualitatif dengan pendekatan sejarah dan antropologi. Tradisi Mappanre Temme' atau dikenal juga dengan Mappanre Lebbe merupakan acara adat Khataman al-Qur'an yang dilakukan oleh masyarakat Bugis sebagai bentuk ibadah karena salah satu anggota keluarga telah siap atau selesai membaca Al-Qur'an. 'sebuah.Mappanre Temme' menerapkan maccera, artinya sebagai ucapan terima kasih kepada ustadz (guru) dan penyerahan sembako, dan sebagai ucapan terima kasih kepada orang tua dengan menyembelih sapi, kambing, atau ayam, tergantung tingkat kinerja masyarakat. Maccera dapat berupa hewan ternak atau bahan makanan seperti beras, kelapa, dan pisang. Fenomena Mappanre Temme' yang selalu diwariskan oleh masyarakat Kecamatan Malangke, Kabupaten Luwu Utara, Sulawesi Selatan tidak hanya budaya yang muncul begitu saja. Namun tradisi ini muncul karena diilhami oleh sebuah Qur’an, sebagai bentuk pengamalan dari para sahabat Nabi, yang disebut dengan Qur’an mauquf, yang kemudian berkembang menjadi tradisi yang melekat di masyarakat.