Endang Setyawai
Program Studi Arsitektur Fakultas Sains dan Teknologi Universitas Teknologi Yogyakarta

Published : 2 Documents Claim Missing Document
Claim Missing Document
Check
Articles

Found 2 Documents
Search

Pendekatan Arsitektur Neo-Vernacular Dalam Perancangan Creative Hub Untuk Aktivitas Masyarakat Di Kabupaten Manggarai Barat Aristo Jonise Songko; Endang Setyawai
Archvisual: Jurnal Arsitektur dan Perencanaan Vol 2 No 2 (2023): Archvisual
Publisher : Program Studi Teknik Arsitektur, Fakultas Teknik, Universitas Sriwijaya

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.55300/archvisual.v2i2.1589

Abstract

Kabupaten Manggarai Barat di Provinsi Nusa Timur (NTT) menjadi salah satu tulang punggung sektor pariwisata nasional tatakala Labuan Bajo, salah satu dari 10 destinasi pariwisata prioritas 2016. Pembangunan pariwisata dikembangkan sebagai sektor yang menjanjikan pendapatan besar bagi negara terlebih di daerah yang memiliki sumber daya alam dan budaya yang melimpah. Disisi lain pemerintah Kabupaten Manggarai Barat terus berpacu agar peluang emas yang dimiliki agar dinamika pariwisata daerah dapat memberikan dampak pada perkembangan dan pertumbuhan ekonomi serta meningkatkan kesejahteraan masyarkat lokal, baik dalam bidang Produk Kreatif, Direktorat Industri Kreatif Musik, dan Seni Pertunjukan. Pendekatan arsitektrur neo-vernacular digunakan dalam perancangan creatiive hub dan metode Perancangan yang digunakan adalah metode deskriptif analisis dengan menggunakan penelitian kualitatif dengan mengumpulkan dan mencatat data secara detail dari berbagai masalah yang berhubungan dengan objek rancangan. Hasil penerapan dari arsitektur neo-vernacular pada bentuk fasad, bentuk atap, material dan zonasi ruang. Sehingga creative hub membuka lapangan pekerjaan bagi pelaku kreatif dan juga menjadi tempat untuk pelestarian dan pengembangan budaya Manggarai, dan juga menjadi destinasi wisata baru di Kota Labuan Bajo, Kab Manggarai Barat.
Pendekatan Arsitektur Neo-Vernacular Dalam Perancangan Creative Hub Untuk Aktivitas Masyarakat Di Kabupaten Manggarai Barat Aristo J. Songko; Endang Setyawai
Archvisual: Jurnal Arsitektur dan Perencanaan Vol. 2 No. 2 (2023): Archvisual JAP, Februari 2023
Publisher : Program Studi Arsitektur Fakultas Teknik Universitas Sriwijaya

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.55300/5drf3v40

Abstract

West Manggarai Regency of East Nusa Tenggara province became one of the backbones of the national tourism sector when its capital city, Labuan Bajo, was selected as one of the ten priority tourism destinations in 2016. Tourism development is improved as a sector that promises to bring in large revenues for the country, especially in areas with abundant natural and cultural resources. On the other hand, the regent of West Manggarai continues to race in order not to waste the golden opportunities. One thing the local government continues to strive for is that regional tourism dynamics can impact economic development and growth, as well as improve the welfare of local communities in the creative product sector, the directorate of the creative music industry, and the performing arts. The neo-vernacular architectural approach is used in the design of a creative hub, with a descriptive analysis method that uses qualitative research by collecting and recording detailed data on various problems related to the design object. The results of the application of neo-vernacular architecture are in the form of facades, roof shapes, materials, and spatial zoning. Later, this creative hub is expected to open up jobs for creative actors, become a place to preserve and develop Manggarai culture, and become a new tourist destination in the Labuan Bajo city.