Jimpitan merupakan salah satu upaya untuk mengadakan modal bagi kegiatan masyarakat seperti iuran sampah, lampu jalan dan berbagai iuran bersama lainnya. Seiring dengan berkembangnya zaman, beban untuk iuran dalam jumlah besar setiap bulannya dapat diperingan dengan melaksanakan program jimpitan dimana mekanisme dan besaran jumlah iurannya dapat disesuaikan dengan kebutuhan masyarakat. Dalam kehidupan sehari-hari uang dan beras adalah kebutuhan pokok bagi masyarakat. Sedekah ialah kata yang akrab digunakan dalam sebuah aktivitas sosial. Dalam kehidupan bersedekah perlu dilatih, Hal tersebut tercermin pada masyarakat kaliacar sumber watu yang mana tradisi gelas merah yang terdapat di setiap depan rumahnya yang diisi oleg beras dan uang untuk bersedekah sudah melekat dan menjadi sebuah budaya di kalangan masyarakatnya. Pada penelitian ini kami menggunakan metode penelitian kualitatif deskriptif, dengan teknik pengumpulan data ialah dengan wawancara dan survei lokasi, yakni Desa kaliacar sumber watu. Tradisi masyarakat kaliacar sumber watu sudah terjadi dari semenjak adanya remas, perjalanan budaya tersebut merupakan aset spiritual yang berkaitan dengan suatu Latihan dalam kedermawanan. Peristiwa-peristiwa yang ada di kehidupan masyarakat kaliacar sumber watu dan tradisi yang melatih untuk mudah bersedekah.Hasil penelitian menunjukkan bahwa penyediaan barang publik (fasilitas umum) dapat di wujudkan melalui gotong royong yang tercermin dalam kegiatan jimpitan.