Abid Rahmatullah
Universitas Islam Kalimantan Muhammad Arsyad Al Banjari

Published : 2 Documents Claim Missing Document
Claim Missing Document
Check
Articles

Found 2 Documents
Search

Peranan Partai Demokrat Kota Banjarmasin Dalam Mewujudkan Pendidikan Politik Di Era Millenial Abid Rahmatullah; Siti Alya Rosyifa; Nor Laily Yasmin; Bahdiah Bahdiah; Muzahid Akbar Hayat
Professional: Jurnal Komunikasi dan Administrasi Publik Vol 10 No 1 (2023): Juni
Publisher : UNIVED PRESS, Universitas Dehasen Bengkulu

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.37676/professional.v10i1.3522

Abstract

Generasi millenial pada era globalisasi ini kurang akan politik dan bahkan tidak ingin berkontribusi dalam hal politik sehingga banyak yang tidak mengetahui peranan partai politik khususnya partai Demokrat dalam mewujudkan pendidikan politik di kalangan millenial. Tujuan penelitian ini adalah untuk menganalisis peranan partai demokrat Kota Banjarmasin dalam mewujudkan pendidikan politik di era millenial. Riset ini memakai pendekatan kualitatif. Informan berjumlah 2 informan yaitu Ketua Harian Partai Demokrat Kalimantan Selatan dan anggota DPR Partai Demokrat Kota Banjarmasin. Data yang dipakai merupakan data primer didapat dari wawancara penulis dengan pihak Partai Demokrat Kota Banjarmasin dengan menggunakan teknik wawancara dan data sekunder yaitu dengan melakukan observasi dan studi pustaka. Analisa data yang dipakai ialah analisa kualitatif dengan pencabutan kesimpulan dengan cara induktif. Hasil penelitian ini menunjukan bahwa untuk mencapai kesadaran politik di masyarakat khususnya millenial akan tercipta jika adanya pendidikan politik. Bentuk pendidikan politik Demokrat adalah ikut berpartisipasi dalam konferensi pers, kampanye politik ke daerah-daerah, talk show di TV maupun di radio, dan pidato- pidato politik diamati sebagai alat guna kampanye mengenai pendidikan politik terutama untuk masyarakat di Banjarmasin. Demokrat belum dapat melaksanakan pendidikan politik secara maksimal karena masih banyak kendala yang ditemui.
ANALISIS STRATEGI KOMUNIKASI DINAS KESEHATAN KOTA BANJARMASIN DALAM MENSOSIALISASIKAN PROGRAM PENCEGAHAN PENYAKIT DEMAM BERDARAH‬‬‬‬‬‬‬‬‬‬‬‬‬‬‬‬‬‬‬‬‬‬‬‬‬‬‬‬‬‬‬‬‬‬‬‬‬‬‬‬‬‬‬‬‬‬‬‬‬‬‬‬ Abid Rahmatullah; Muji Rahman; Norlaily Yasmin; Bahdiah; Marhaeni Fajar Kurniawati
Jurnal Indonesia : Manajemen Informatika dan Komunikasi Vol. 4 No. 3 (2023): Jurnal Indonesia : Manajemen Informatika dan Komunikasi (JIMIK)
Publisher : Lembaga Penelitian dan Pengabdian Kepada Masyarakat (LPPM) AMIK Indonesia

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.35870/jimik.v4i3.285

Abstract

Dengue Hemorrhagic Fever (DHF) is a disease that contributes to the number of deaths with hundreds of deaths each year, especially in densely populated urban areas such as Brazil, South America, the Caribbean, Southeast Asia, and India. This study aims to analyze the communication strategy of the Banjarmasin City Health Office in socializing the DHF prevention program. The research method uses a qualitative phenomenological approach. Informants namely one head of the health service and four health service officers. Data analysis, namely bracketing, intuitive, analyzing, and describing. Primary data obtained from semi-structured interviews. Secondary data was obtained from official documents and reputable journals for the last five years. The results showed that the Health Office of the City of Banjarmasin had not been successful in persuading the residents to try to prevent DHF, with the number of victims continuing to increase each year. Health service workers experience anxiety that has the potential to arise due to the change of seasons during the rainy season, the dynamics of government regulations against DHF, the increased workload, especially during the Covid-19 pandemic, and the location of the place of work. Program enrichment in the form of debriefing training in dealing with DHF for health service officers in cases of vulnerable places needs to be emphasized in helping psychological and mental readiness so that it can reduce the level of anxiety when there is a change in weather followed by an increase in the number of DHF incidents.