ABSTRAKLembaga Pengembangan dan Pemberdayaan Masyarakat Bina Insan Mandiri Yogyakarta (LPPM BIMa Yogyakarta) merupakan salah satu lembaga sosial di Yogyakarta yang mempunyai binaan di banyak tempat dengan sasaran pembardayaan melalui pendampingan secara individu, keluarga maupun Komunitas. Warga binaan LPPM BIMa terdiri yatim piatu, dhuafa, janda miskin, kelompok anak, remaja, orang tua, dan lansia serta komunitas masyarakat di DIY dan Jawa Tengah. Salah satu binaan LPPM BIMa di Kecamatan Pajangan dan Argomulyo yang dijadikan sasaran kegiatan, merupakan kelompok ibu-ibu yang mempunyai semangat tinggi dan memerlukan aktivitas untuk mengisi keseharian dan lebih jauh diharapkan berpeluang sebagai sarana untuk menambah pendapatan keluarga. Pengabdi bersama ketua harian BIMa dengan melakukan diskusi bersama warga, maka diputuskan bahwa materi yang diberikan pada pengadian kepada Masyarakat (PkM) adalah mengenai budidaya empon-empon dan tanaman pekarangan untuk diolah menjadi minuman instan yang berkhasiat sebagai jamu. Metode yang digunakan adalah dengan metode penyuluhan/ pemberian teori dan praktek serta diskusi dengan dilanjutkan evaluasi serta pendampingan. Hasil dari PkM adalah meningkatnya pengetahuan mengenai budidaya dan manfaat tanaman untuk kesehatan dan adanya kemampuan warga untuk membuat jamu instan dari tanaman yang berkhasiat obat . Kata kunci: masyarakat desa; tanaman obat; minuman instan berkhasiat obat. ABSTRACTThe Institute for Community Development and Empowerment of Bina Insan Mandiri Yogyakarta (LPPM BIMa Yogyakarta) is one of the social institutions that has been fostered in many places with the goal of empowering through individual, family, and community assistance. The assisted members of LPPM BIMa consist of orphans, poor people, poor widows, groups of children, youth, parents, the elderly, and communities in Yogyakarta and Central Java. One of the group members inhabitants of the Pajangan and Argomulyo sub-districts who were the target of the activity was mothers who had high spirits and needed activities to fill their daily lives and were further expected to have opportunities as a means to increase family income. The servant together with the chairman of the BIMa daily discussions with residents, it was decided that the given material is the cultivation of empon-empon and yard plants to be processed into instant drinks which are as efficacious as herbal medicine. The method used is counseling/giving theory and practice as well as discussion followed by evaluation and mentoring. The results of the community service are increasing knowledge about the cultivation and benefits of plants for health and the ability of residents to make instant herbal medicine. Keywords: villagers, medicinal plants, instant drink.