Ulfa Zahratul Husna
Program Magister Ilmu Komunikasi, Fakultas Falsafah dan Peradaban, Universitas Paramadina, Indonesia

Published : 1 Documents Claim Missing Document
Claim Missing Document
Check
Articles

Found 1 Documents
Search

Pola Komunikasi dalam Organisasi Digital Transformation Office Saat Pandemi dan Setelah Pandemi di Team Operational Dary Halim; Ulfa Zahratul Husna
Jurnal Penelitian Inovatif Vol 3 No 2 (2023): JUPIN Agustus 2023
Publisher : CV Firmos

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.54082/jupin.161

Abstract

2019 dunia dilanda Pandemi COVID-19, peraturan pemerintah melaksanakan WFH menjadi penyebab beberapa perusahaan gulung tikar, disaat yang sama pemerintahan Republik Indonesia, membuat tim Digital Transformation Office (DTO) Kementerian Kesehatan, untuk mentransformasikan kesehatan Indonesia menjadi digital. Pola jaringan komunikasi yang terjalin di tim yang terbentuk di tengah pandemi, menjadi permasalahan peneliti dalam meneliti penelitian. Bagaimana pola jaringan komunikasi terjalin di DTO saat pandemi melanda hingga pandemi berganti status menjadi endemi. Dilihat dari Upward Communication, Downward Communication, hingga horizontal communication. Menggunakan metode kualitatif deskriptif, kecenderungan menggambarkan secara ringkas mengenai kondisi, fenomena yang terjadi di lapangan. Menggunakan metode Observasi dalam mengambil data primer dan sekunder yang didapatkan secara langsung di Digital Transformation Office (DTO). Hasil penelitian bahwa komunikasi terbangun secara downward communication sering dilakukan oleh atasan kebawahan, guna memenuhi fungsi persuasif organisasi. Secara keseluruhan jaringan komunikasi yang sering muncul pada hasil pengamatan merupakan pola jaringan rantai, pada tingkatan tertentu terjadi pola lain seperti pola bintang, roda,dan Y. Kegiatan daring maupun luring memiliki hambatan komunikasi. Hambatan lebih sering terjadi pada daring dibandingkan luring. Downward communication memang lah penting namun dalam hal menciptakan culture, haruslah diimbangi dengan Upward Communication, sebab feedback sangat dibutuhkan dalam komunikasi organisasi.